1. Pakai helm standard half face atau full face. Kalau bisa DOT standard, karena helm cetok kadang mendapat standard SNI pula. Ingat kenapa Tuhan membuat batok kepala kita keras karena yang didalamnya sangat berharga.
2. Pergunakan jaket yang memadai kalau bisa berbahan kulit, ini lebih aman apabila terjadi kecelakaan bisa meredam trauma pada tubuh akibat benturan atau gesekan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
4. Lakukan pengecekan berkala seminggu sekali terhadap kondisi motor terutama rem dan ban. Karena 2 alat ini yang sangat menentukan keselamatan kita di jalan. Lalu cek juga fungsi lain motor terutama lampu-lampu.
5. Ketika berkendara, setiap keluar dari gang atau belokan senatiasa melihat kiri-kanan untuk memastikan bahwa kita dapat melaju aman. Dan ketika melaju pastikan bahwa kita mengambil jalan seperlunya tanpa memblok jalan kendaraan dari belakang.
6. Setiap melakukan manuver mendahului atau akan menepi/berhenti senantiasa melihat dari spion pastikan kita clear dan aman. Jangan sampai kita berasumsi orang yang ada di belakang akan memberikan jalan sehingga kita memaksa untuk melaju. Dan jangan melakukan manuver/menyalip pada posisi blind corner (belokan buta) dimana kita tidak melihat pasti kondisi didepan/arah berlawanan.
7. Perhatikan jarak pengereman, kita harus tahu bahwa jarak pengeraman pada kecepatan berbeda jarak berhentinya akan berbeda pula. Apalagi motor rem-nya ABS (Agak Belok Sedikit) apabila kita tidak bisa menguasai kestabilan stang dan bodi motor.
8. Pergunakan area jalan seperlunya, apabila kita ingin santai pakai jalur paling kiri, ingin menyalip kendaraan di depan menyalip jarak seperlunya jangan memotong kendaraan di belakangnya dan kembali ke posisi awal.
9. Ketika kondisi hujan atau jalan berpasir, usahakan jangan mengerem sekuat-kuatnya. Atur ritme dan jarak pengereman perhitungkan jarak pengereman kita.
10. Nah, ketika di traffic light berhentilah di belakang garis zebra cross, ingat pada jalur itu ada hak penyebrang jalan, kalau mengambil-nya berarti kita dzalim.
Supaya lebih yakin baca lagi panduan lalu lintas, seharusnya pihak berwajib membagikan kepada pengguna kendaraan. Karena banyak pengguna yang tidak mengerti atau SIM-nya mungkin tidak lulus test.
"Sudah barang tentu setiap negara yang maju dicerminkan dari kondisi kehidupan yang tertib salah satunya di Jalan raya. Mari kita hidupkan, laksanakan, jangan hanya tulisan slogan 'Sopan dan Santun di Jalan Raya' saja," tutur Ghiri Mukti, biker asli Bandung ini.
(ddn/ddn)












































Komentar Terbanyak
Diduga Mirip Produk China Rp 8 Juta, Kok Bisa Motor MBG Tembus Rp 40 Juta?
Naik Gila-gilaan! Intip Perbandingan Harga BBM RON 98 di RI Vs Negara ASEAN
Motor Listrik MBG Jadi Perhatian KPK