ADVERTISEMENT

Cerita Sedih di Balik Driver Ojol Gratiskan Penumpang Pelajar dan Difabel

M Luthfi Andika - detikOto
Rabu, 17 Agu 2022 14:07 WIB
Grab Beri layanan gratis khusus anak sekolah dan difabel.
Ojek online antar siswa dan difabel secara gratis (Foto: Istimewa/Abie)
Jakarta -

Banyak jalan untuk bisa berbuat baik, salah satunya beramal. Jika tidak bisa dengan materi, berbagai cara untuk bisa berbagi bisa dilakukan dengan apa saja, termasuk memberikan tumpangan gratis untuk para siswa-siswa dan difabel.

Seperti yang dilakukan salah satu ojek online yang enggan disebut namanya ini, dirinya memilih untuk bisa beramal yang pahalanya diniatkan untuk kedua orang tuanya yang telah meninggal dunia.

"Awalnya ini beranjak dari pandemi, karena waktu itu situasi restoran tengah sulit, akhirnya berpikir bagaimana caranya agar dapur tetap ngebul. akhirnya memilih untuk menjadi salah satu mitra ojek online (ojol)," awal cerita dirinya kepada detikOto.

"Satu sisi waktu itu saya masih memiliki orang tua yang sudah tua, dan saya harus juga menjaganya. Jadi misalnya pagi kerja di restoran, sore narik, pulangnya jagain orang tua. Namun suratan takdir berbeda, kedua orang tua saya meninggal dunia, perbedaan mereka hanya selang 6 hari untuk menghadap tuhan yang maha esa," tambah dirinya.

Coba berbakti kepada kedua orang tua yang telah meninggalkan dirinya, membuat driver ojol ini memutuskan untuk beramal dengan cara tidak biasa.

Grab Beri layanan gratis khusus anak sekolah dan difabel.Ojol Ini Beri layanan gratis khusus anak sekolah dan difabel. Foto: Istimewa/Abie

"Dan saat ini saya ingin sedikit membantu orang tua dengan mengamalkan sesuatu untuk keduanya, akhirnya saya memilih untuk mengantar siswa-siswi, mahasiswa-mahasiswi dan difabel secara gratis," ucap ojol tersebut.

"Dan amal tersebut saya serahkan untuk kedua orang tua saya. Bahkan awalnya bukan untuk teman-teman difabel mas, tapi menggratiskan orang saat ingin ke tempat beribadah atau orang saat selesai beribadah. Jadi saya ingin memberikan tumpangan gratis bagi orang yang hendak beribadah, tapi ternyata jarang sekali orang yang ingin beribadah menggunakan ojol. Ini berlaku untuk semua agama, hari Minggu saya tungguin di depan gereja setiap hari Minggu selama 2 bulan," lanjutnya.

Tak terasa 8 bulan berlalu, rasa bahagia dan bangga masih bisa berbakti kepada orang tua meski sudah tiada, terlihat jelas dari raut muka wajah driver ojol itu.

Tapi kira-kira rugi tidak ya memberi tumpangan gratis untuk para siswa-siswi, mahasiswa-mahasiswi, dan difabel? Baca lanjutan beritanya di detikoto.



Simak Video "Respons Pengguna soal Tarif Ojol Naik: Sedikit Kecewa-Wajar"
[Gambas:Video 20detik]
(lth/din)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT