Ngeri! Detik-detik Motor Matic Rem Blong di Sitinjau Lauik

Luthfi Anshori - detikOto
Senin, 28 Mar 2022 12:17 WIB
Detik-detik pengendara motor matic alami rem blong di Sitinjau Lauik
Foto: Screenshot Youtube Sitinjau Lauik TV. Detik-detik pengendara motor matic alami rem blong di Sitinjau Lauik.
Jakarta -

Sebuah kecelakaan tunggal melibatkan pengendara motor matic terjadi di tanjakan/turunan Sitinjau Lauik, Sumatra Barat. Pengendara motor matic tersebut mengalami rem blong, hingga menabrak separator, dan terlempar beberapa meter dari motornya.

Detik-detik kecelakaan pengendara motor matic di Sitinjau Lauik tersebut diunggah di kanal YouTube Sitinjau Lauik TV 22 Maret 2022. Dalam kecelakaan itu, dua pengendara motor matic yang merupakan pasangan suami istri itu mengalami rem blong dari arah atas.

Tampak dalam video itu motor matic tersebut meluncur deras tanpa bisa dikendalikan oleh pengendaranya. Motor kemudian menabrak beberapa kendaraan roda dua yang sedang terparkir, hingga akhirnya menabrak separator atau pembatas jalan.

Motor yang mengalami rem blong itu berhenti seketika, namun tidak untuk pengendaranya. Kedua pengendara itu terlempar beberapa meter ke depan dan mereka mengalami luka pada bagian kaki akibat benturan dengan beton pembatas.

Berkaca dari peristiwa itu, kejadian rem motor blong memang kerap dialami motor-motor matic saat melewati jalanan menurun yang cukup panjang atau ekstrem. Sebagai catatan, pengereman di motor matic hanya mengandalkan pengereman di kedua roda, entah itu disc brake (cakram) maupun tromol.

Motor matic tidak memiliki perangkat 'rem tambahan' berupa engine brake seperti di motor bebek maupun motor sport. Jadi ketika pengereman di kedua roda sudah tidak berfungsi maksimal, maka motor matic akan meluncur deras tanpa bisa dikurangi lajunya sedikitpun.

Seperti pernah diungkapkan Instruktur Safety Driving Astra Honda Motor (AHM), Hendrik Ferianto, penyebab rem blong, khususnya rem depan, utamanya karena rem terlalu lama ditekan.

"Kalau kita ngerem itu kan akan panas kalau kita pakai sistem hidrolik panas dari kampas rem itu akan mengurangi viskositas dari olinya, sehingga jadi cair, makanya kalau kita ngerem depan pakai rem cakram kok lama-lama ngeplos, karena remnya terlalu lama ditekan," ungkap Hendrik.

Lanjut Hendrik menjelaskan, banyak pengendara motor matic ketika melintas di turunan secara tidak sadar menggunakan kedua rem secara bersamaan.

"Problemnya banyak pengendara matic itu remnya dipakai semua, depan belakang dipakai, (padahal) dia harus gantian karena nggak ada engine brake," sambung Hendrik.

"Tipsnya bisa menggunakan sistem rem buka tutup, kalau untuk motor matic bisa gantian lepas dan belakang, ini untuk memberikan nafas pada masing-masing rem," sarannya.

[Gambas:Youtube]



(lua/rgr)