Bikin Resah! Dua Sejoli Boncengan Naik Motor tapi Hadap-hadapan

Tim detikcom - detikOto
Jumat, 06 Agu 2021 19:33 WIB
Bonceng motor pakai gaya bucin
Bonceng motor pakai gaya bucin Foto: Screenshot Youtube
Jakarta -

Berkelana menggunakan sepeda motor memang seru, apalagi ditemani pasangan hidup. Tapi sebaiknya jangan ditiru aksi sepasang kekasih dari Bihar, India ini, sebab gaya berboncengnya pakai gaya 'bucin' --budak cinta atau istilah yang selalu melakukan hal apapun yang diminta sang kekasih, yang bisa membahayakan diri sendiri dan orang lain. Selain itu, bikin resah juga, sih.

Dikutip Cartoq dan Timesnownews, Jumat, (6/8/2021) sebuah video viral ramai dibicarakan lantaran pasangan kekasih berboncengan dengan cara yang tak lazim. Saking gerahnya, penduduk di sekitar marah dan langsung menyetop perjalanan pasangan tersebut.

Ya, sepasang kekasih itu tengah berboncengan di atas Royal Enfield Hunter 350. Tak ada masalah dengan sepeda motornya, tapi posisi duduk pemboncengnya yang seolah-olah dunia hanya milik berdua.

Wanita itu duduk di tangki bahan bakar sepeda menghadap pengendara pria, alias membelakangi arah motor. Mereka terus menikmati perjalanan di sebuah jalan Bihar yang lalu lintasnya terlihat sepi.

Di saat yang sama ada seorang penduduk setempat yang melihat dan mulai merekam kejadian tersebut. Tapi saat lagi asyik-asyiknya romantis ria, penduduk setempat kemudian menghentikan sepeda motor pasangan itu dan mulai menasehati mereka karena perilaku yang meresahkan itu.

Ketika penduduk setempat mengatakan bahwa mereka akan memanggil polisi, pasangan itu memohon sembari mengatakan bahwa mereka tidak akan mengulanginya lagi.

[Gambas:Youtube]


Boncengan Motor dengan Cara yang Tepat

Risiko kecelakaan meningkat jika pembonceng motor menggunakan cara yang salah. Dalam anjuran dari praktisi keselamatan berkendara, pembonceng di belakang memang direkomendasikan untuk merangkul pengemudinya.

"Untuk berboncengan, pembonceng ideal itu adalah merangkul pengemudi. Ini supaya bisa align dengan dinamika postur pengemudi dan harusnya tidak ada jarak," ujar Instruktur dan Founder Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) Jusri Pulubuhu beberapa waktu yang lalu.

Menanggapi hal ini, supaya sesuai dengan keselamatan berkendara serta budaya di Indonesia, teknik merangkul ini bisa diganti dengan cara lain. Paling tidak, Jusri menganjurkan pembonceng untuk duduk menghadap ke depan dan menjepit pinggul pengendara dengan kedua lutut pembonceng.

"Memang ada pembatas yang membuat cara berboncengan seperti merangkul itu dipandang buruk. Untuk itu minimal kedua lutut bisa dijepit ke pinggul pengemudi dan memegang behel pembonceng," papar Jusri.



Simak Video "Pemalakan-Cegat Mobil di Jalan Kerap Terjadi, Lakukan Ini untuk Antisipasi"
[Gambas:Video 20detik]
(riar/din)