Di Australia Camry Bawa Kulkas Ditilang, di Sini Bawa Kulkas Pakai Motor!

Rangga Rahadiansyah - detikOto
Rabu, 30 Jun 2021 08:15 WIB
Camry Bawa Kulkas Ditilang Polisi
Camry Bawa Kulkas Ditilang Polisi. Foto: Dok. NSW Police Force.
Jakarta -

Pengendara Toyota Camry ini bikin geger pihak kepolisian di Australia. Sebabnya, pengendara Camry ini mengangkut kulkas di bagian belakang mobil.

Sejatinya, barang-barang seperti kulkas, mesin cuci dan lain-lain perlu dibawa menggunakan angkutan khusus seperti mobil pikap. Tapi, saat ini tak sedikit pengendara yang membawa barang-barang tersebut dengan kendaraan pribadinya.

Di Australia, pengendara Toyota Camry yang membawa kulkas di belakang ditilang polisi. Insiden itu diposting di situs jejaring sosial NSW Police Force.

Terlihat kulkas diletakkan di atas bagasi belakang dengan diikat ke pilar C mobil. Untuk menghindari goresan pada cat mobil, pemilik Camry ini menambahkan kain di bawah lemari es.

Aksi ini menyita banyak perhatian karena tidak menjamin keselamatan. Aparat kepolisian yang berpatroli di negara bagian New South Wales (NSW) saat mengetahui kejadian tersebut, meminta pengemudi menghentikan mobilnya untuk melakukan pengecekan.

Pemilik Camry menerima tilang karena kesalahan kelebihan muatan kendaraan. Selain itu, petugas polisi memaksa orang ini untuk memanggil kendaraan lain dan membawa kulkas ini dengan aman.

Lain cerita di Indonesia, bukan cuma mobil sedan, kulkas sampai mesin cuci bisa dibawa dengan menggunakan sepeda motor. Pemandangan motor membawa kulkas sampai mesin cuci tampaknya sudah sering dijumpai di jalanan Indonesia. Tentu membawa barang besar seperti kulkas dan mesin cuci menggunakan sepeda motor tidak menjamin keselamatan bahkan bisa membahayakan pemotor itu sendiri dan pengguna jalan lain.

Seorang pemotor yang membawa barang berukuran besar melintasi kawasan Ciputat. Pemotor itu diketahui mengangkut kulkas. Ini potretnya.Seorang pemotor yang membawa barang berukuran besar melintasi kawasan Ciputat. Pemotor itu diketahui mengangkut kulkas. Ini potretnya. Foto: Andhika Prasetia/Detikcom

Instruktur keselamatan berkendara Erreza Hardian mengatakan pengangkutan barang besar dengan sepeda motor berbahaya karena dapat memindahkan titik berat kendaraan. Berpindahnya titik berat akan menyebabkan risiko terjatuh.

Bahkan, Reza mengatakan bukan tidak mungkin motor yang mengangkut kulkas sampai mesin cuci mengalami kerusakan parah seperti patah rangka karena mengangkut beban berlebih.

"Setiap kendaraan terdapat beban maksimal, begitu pula dengan motor. Ketika beban maksimal dicapai berbahaya bagi rangka dan seluruh komponen kendaraan. Jelas memperpendek usia pakai dan performance motor itu sendiri. Risiko rusak dan umur pendek kendaraan semakin meningkat," katanya kepada detikOto beberapa waktu lalu.

Selain itu risiko lain kerusakan yang akan dialami sepeda motor adalah bahaya pecah ban yang sering juga dialami truk ODOL (over dimension dan over load). Pecah ban jelas akan membuat pengendara hilang keseimbangan hingga jatuh dan menyebabkan kecelakaan lalu lintas.

"Contoh load index 30 itu satu ban dapat menopang max sekitar 100kg - maka artinya 2 ban 200kg. Beban termasuk motor, jumlah penumpang, aksesoris dan muatan tentunya. Dengan ODOL ini jelas akan melewati batas maksimum beban. Bahaya ODOL memperbesar risiko pecah ban dan mempersulit pengendaliannya," papar Reza.

Dalam berkendara juga akan mempersulit deselerasi. Dengan muatan yang lebih berat, jarak pengereman jadi semakin panjang karena ada gaya momentum beban.

"Semakin berat dan besar dimensi akan menyebabkan daya dorong besar. Ketika melakukan pengereman akan ada bahaya dorongan ke depan, berbelok dorongan ke kiri atau kanan, bahkan ketika melakukan akselerasi dorongan ke belakang. Risiko barang bergerak dan terlepas dari ikatan sangat mungkin dan menimpa para pengendara. Gaya momentum ini juga sangat berbahaya karena akan memperpanjang jarak pengereman," tuturnya.



Simak Video "Mobil Diesel Nggak Sengaja Isi Bensin, Apa Resikonya?"
[Gambas:Video 20detik]
(rgr/din)