Sabtu, 15 Agu 2020 19:59 WIB

Lucu, Masih Ada Penumpang Motor Terbalik Pakai Helm

M Luthfi Andika - detikOto
Pembonceng memakai helm terbalk Pakai helm terbalik, kok bisa? (Instagram)
Jakarta -

Ada-ada saja memang kejadian lucu yang bisa kita temui di jalanan. Di Malaysia ada penumpang sepeda motor terbalik menggunakan helm. Kok bisa?

Kejadian ini berhasil diabadikan salah seorang pengendara mobil dan diunggah oleh akun @Superauto356. Sepertinya momen tersebut terjadi di persimpangan jalan saat menantikan lampu lalulintas.

Si pengendara mobil di awal video terlihat menegur si pria yang berada di kursi belakang motor. Pria yang dipanggil seperti terlihat bingung dan memasang muka jutek. Namun saat diberitahu bahwa helm yang dikenakan dirinya terbaik dan diingatkan bisa terkena tilang elektronik, pria itu langsung tersenyum.

"Bang, this helmet wrong site-lah, behind to front, front to behind. Ada LTE nanti kena LTE. ah..benar dibalik," ucap salah satu penumpang mobil mengingatkan penumpang motor sambil tertawa.

Terbaliknya helm tersebut ternyata tidak diketahui oleh si pembawa motor. Saat menoleh ke arah temannya di belakang, dia sampai tertawa geli. Pria yang duduk di kursi belakang itu akhirnya cuma senyum-senyum dan memperbaiki posisi helmnya yang terbalik.

[Gambas:Instagram]

Sebagai catatan helm memiliki peran vital untuk meredam efek benturan ke kepala pemotor saat terjadi kecelakaan. Oleh sebab itu, dalam memilih helm dan penggunaan tidak boleh dilakukan sembarangan.

Saat memilih ukuran helm misalnya, tidak boleh memilih helm dengan ukuran yang terlalu besar. Helm dengan ukuran besar memang bisa bikin nyaman pengguna karena tidak membuat sesak kepala. Tapi di sisi lain, helm ini menimbulkan risiko.

Dijelaskan Nuswandari dari bagian Quality Control helm Cargloss, saat ingin membeli helm, sebaiknya calon konsumen langsung mencobanya di tempat. Hal ini untuk mengetahui cocok tidaknya helm dengan ukuran kepala calon pengguna.

"Memang harus dicoba langsung. Dan helm itu harus pas ukurannya dengan kepala calon pengguna," kata Nuswandari, kepada detikOto, di Pabrik Cargloss, Citeureup, Bogor, waktu itu.

Lantas seperti apa indikator pas atau tidaknya helm dengan kepala calon penggunanya?

"Intinya helm yang bagus harus menjepit pipi penggunanya dengan, baik. Artinya saat pengguna menggelengkan kepala ke kiri dan ke kanan, helm tetap mengikuti kepala penggunanya," lanjut Nuswandari.

Menurut Nuswandari, ada risiko tersembunyi jika pengendara motor memakai ukuran helm yang terlalu besar dan longgar di kepala.

"Bahayanya helm akan mudah lepas jika terlalu oversize, misalnya kita biasa pakai size M kemudian pakai XL, itu risiko helm lepas besar," lanjut Nuswandari.

Yang dikhawatirkan jika pengendara motor memakai helm terlalu besar, maka helm berpotensi copot ketika terjadi insiden kecelakaan. Sebagus apapun kualitas helm, jika helm itu lepas saat terjadi benturan, maka akan sangat membahayakan.



Simak Video "Keren! Polda Riau Pakai Helm Robocop Deteksi Virus Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(lth/din)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com