Selasa, 27 Agu 2019 12:57 WIB

Tak Hanya Mobil Tua, Motor 2 Tak Pun 'Dibasmi' Pemerintah Singapura

Luthfi Anshori - detikOto
Motor di jalanan Singapura Foto: Luthfi Anshori Motor di jalanan Singapura Foto: Luthfi Anshori
Singapura - Untuk mengatasi pertumbuhan kendaraan bermotor sekaligus menekan emisi gas buang, Pemerintah Singapura punya kebijakan membatasi usia kendaraan roda empat hanya sampai 10 tahun. Tak hanya mobil, motor pun jadi kendaraan yang terkena aturan tegas Pemerintah Singapura.

Dikatakan warga lokal bernama Yunos, Pemerintah Singapura bakal 'membasmi' peredaran motor 2 tak di negaranya. Seperti diketahui, motor dengan sistem pembakaran dua langkah sangat tidak ramah lingkungan. Selain mengeluarkan banyak asap buang, motor yang punya suara khas ini juga boros bahan bakar.



"Jadi di Singapura itu tak ada polusi karena satu, mobilnya baru-baru, nomor dua karena pemerintah punya kebijakan tegas untuk motor 2 tak. Sekarang kalau ada yang pelihara motor 2-tak itu, pasti dibeli sama pemerintah," kata Yunos, kepada detikcom, di Tampines belum lama ini.

Dijelaskan Yunos, Pemerintah Singapura akan membeli lebih mahal setiap motor 2 tak yang dimiliki oleh warganya. "Jadi kalau misal harga kisaran motor itu SGD 3.500 (Rp 35 juta), maka dibeli pemerintah SGD 4.200 (Rp 43 juta)," lanjutnya.

Dengan dibelinya motor 2 tak dari tangan pemilik, pemerintah Singapura berharap pemilik motor tersebut akan membeli motor baru yang lebih ramah lingkungan, dengan sistem pembakaran 4-langkah berteknologi injeksi.

"Itu sesuai dengan komitmen pemerintah kami. Nanti juga akan tiba masanya semua motor di Singapura pakai baterai, nggak lagi pakai minyak," pungkas Yunos.

Pantauan detikcom selama dua hari di Singapura, memang hampir tidak ditemukan pengendara motor 2 tak. Jangankan motor 2 tak, motor-motor modern dengan teknologi injeksi pun sangat jarang ditemui. Jika pun ada, motor-motor tersebut digunakan sebagai kendaraan operasional untuk layanan jasa antar seperti GrabFood dan sebagainya.

Simak Video "Akses Penyeberangan Ramah Disabilitas dan Lansia di Singapura"
[Gambas:Video 20detik]
(lua/ddn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com