Pemotor yang galak kadag membuat banyak orang kesal. Lebih-lebih kalau ternyata malah sang pemotor-lah yang sebenarnya salah. Kalau dilihat dari sisi lain, ini adalah efek negatif dari iklan motor.
Seorang Otolovers yang merupakan mahasiswa ilmu komunikasi di salah satu universitas di Jakarta berpendapat kalau keganasan pemotor ini selain faktor internal seperti stress yang dialami oleh para pengendara baik motor maupun mobil, dan faktor eksternal seperti panasnya cuaca, ada satu faktor lagi yang turut mempengaruhi tindak "ganas" yang dilakukan oleh para pemotor. Faktor tersebut adalah media.
"Media massa dan online, terutama dalam advertising, seringkali mengiklankan produk motor yang kian hari kian CEPAT, kian POWERFUL, dan kian SPORTY, namun jarang ada yang mengusung tema SAFETY. Slogan-slogan tersebut nampaknya sukses mempersuasi para pemotor untuk lebih agresif di jalan raya," tulis Ramadhika, seorang Otolovers dalam emailnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Efeknya, mereka yang membeli motor tersebut, berekspektasi bahwa motor tersebut memang capable untuk dipacu dengan kecepatan tinggi, dan bahkan menjadi hal yang aneh apabila motor tersebut dikendarai secara wajar," ujarnya.
"Terlebih, target market produk tersebut adalah remaja yang sesungguhnya masih labil dalam mengontrol emosi. Padahal, perbandingan faktor safety dan kemampuan mesin antara skutik tersebut dengan motor balap yang sesungguhnya bagaikan langit dan bumi," lugas Ramadhika.
Meski begitu, Ramadhika mengakui kalau para produsen memang punya hak untuk mengiklankan keunggulan produknya. "Dan yang terakhir, secara etis, untuk kemajuan dan keselamatan bersama, bagi para pengiklan untuk memperhatikan dampak dari iklan yang anda buat dalam jangka panjang," tuntasnya.
(syu/ddn)












































Komentar Terbanyak
Awas Kaget! Segini Pajak BYD Atto 1 Bila Tak Lagi Dapat Insentif
Naik Gila-gilaan! Intip Perbandingan Harga BBM RON 98 di RI Vs Negara ASEAN
Nasib! Harga BBM Naik, Mobil Listrik Malah Nggak Gratis Pajak Lagi