Jakarta - Walau tidak semuanya galak, ulah pengendara motor di Jakarta sudah dalam tahap kritis. Sudah banyak pengendara motor yang membahayakan para pejalan kaki.
"Untuk menyeberang jalan sangat sulit karena mereka tidak mau menginjak rem. Mereka pun dengan seenaknya melintas di trotoar tempat pejalan kaki. Saat saya sedang menunggu angkot pun hampir diseruduk oleh pengendara motor. Rasanya mereka sudah ngga punya perasaan, logika dan etika lagi," ujar Ratna Feranti kesal.
Otolovers lainnya, Agung Nugroho juga mengakui kalau pengendara motor lebih galak dari pengendara mobil.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya sendiri pengedara sepeda motor. Pernah suatu ketika awal 2011 ketika untuk pertama kalinya saya menggunakan motor ke kantor. Saya berangkat dari Ciputat menuju Kelapa Gading, ketika saya melintas di bilangan Radio Dalam, tanpa sengaja kondisi jalan yang agak macet saya melindas kaki pengendara sepeda motor yang lain, tapi itu juga hanya ujung jempolnya saja dan dia langsung maki-maki sambil keluar kata-kata yang kurang baik. Padahal saya sudah minta maaf berkali-kali, tapi dia tetep nyolot, malah sempet menendang bodi motorku sampai aku hampir jatuh," ujarnya.
Namun karena Agung tidak mau terjadi keributan lebih lanjut dia hanya diam saja sambil berdoa agar pengendara motor tadi bisa mengurangi emosinya dan tiba di rumahnya dengan selamat.
(ddn/ddn)
Komentar Terbanyak
Begini Efek Negatif Impor Mobil Pick Up 105 Ribu Unit Senilai Rp 24 T dari India
105.000 Mobil Pickup Diimpor dari India, Buat Dipakai Koperasi Merah Putih
Pick Up 4x4 India Jadi Kendaraan Operasional: Biaya Perawatan Mahal-Suku Cadang Terbatas