Namun yang paling disalahkan bukan-lah motor, melainkan pengendaranya sendiri. Banyak pengendara motor yang berperilaku tidak teratur di jalan.
Hal itu diungkapkan Ketua Divisi Litbang Road Safety Association (RSA), Edo Rusyanto di sela-sela pelatihan safety riding yang diadakan Evalube di gedung Koni jalan Tanah Abang I, Jakarta, Sabtu (21/4/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, perilaku pengendara saat ini sudah tidak teratur sehingga banyak terjadi kecelakaan hingga kematian. Seperti halnya pengendara mengganggap jalur busway seperti jalan tol. Mereka sebenarnya tahu bahayanya tapi kerap dilakukan.
"Kesadaran mereka (pengendara motor) kurang. Banyak pengendara menganggap jalur busway adalah jalan tol, sehingga terjadi kecelakaan. Tapi ini kerap dilakukan," ucapnya.
Ia menjelaskan sebanyak 31.000 kecelakaan di 2011. Dan 70 persennya adalah melibatkan sepeda motor
"Dari 31.000 kasus kecelakaan yang menyebabkan kematian, 70 persennya adalah sepeda motor. Ini sudah terlalu banyak dan harus ditekan dengan kesadaran masing-masing pengendara motor," pungkasnya.
(ikh/ddn)












































Komentar Terbanyak
Awas Kaget! Segini Pajak BYD Atto 1 Bila Tak Lagi Dapat Insentif
Naik Gila-gilaan! Intip Perbandingan Harga BBM RON 98 di RI Vs Negara ASEAN
Diduga Mirip Produk China Rp 8 Juta, Kok Bisa Motor MBG Tembus Rp 40 Juta?