Akibat geram dengan pengendara motor, satuan kepolisian di daerah tersebut menggunakan jala ikan untuk menangkap pengendara motor yang suka kebut-kebutan dan tidak mengindahkan peraturan lalu lintas.
Cara itu diberlakukan karena semakin meningkatnya pengendara motor yang mengebut di jalan-jalan. Luu Minh Thien, Kepala Unit Polisi Lalu Lintas dari Provinsi Thanh Hoa, mengatakan polisi akan mencari tahu ke mana pembalap itu lari setelah terkena jala ikan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Minh mengatakan metode ini tidak akan mencelakakan si pengendara motor, namun sebaliknya jika tidak dihentikan akan membahayakan wisatawan di jalanan dan pihak polisi jika terus mengejar pemotor yang suka ngebut. Namun dengan jala ikan motor akan berhenti.
"Metode ini tidak menyebabkan kecelakaan pada si pembalap dan bahaya batas untuk wisatawan lain di jalanan dan polisi." ucap Minh.
Satuan kepolisian Thanh Hoa telah menggunakan metode ini selama hampir setahun, dan berhasil menangkap ratusan pembalap, mafia dan berhasil mengumpukan denda senilai mengumpulkan lebih dari US$ 23.800 atau sekitar Rp 215 juta.
Namun meski efektif, cara tersebut ternyata dikritik dan kepolisian Thanh Hoa akan menghentikan sementara penggunaan jala ikan sambil mengkaji cara lain yang lebih efektif.
Kepolisian Thanh Hoa sendiri sudah meminta kepada Departemen Keamanan Publik untuk melegalkan metode tersebut, namun faktnya belum menerima tanggapan. Sementara pihak lain menyebutkan jika kepolisian Thanh Hoa perlu lebih banyak waktu untuk bereksperimen dengan metode ini.
(ikh/ddn)












































Komentar Terbanyak
Impor Pickup India Disebut Lebih Murah, Segini Harganya
Ini Dia Wujud Pick Up India yang Sudah Berstiker Koperasi Merah Putih
Meski Ditunda, Pick Up Mahindra Buat Kopdes Sudah Tiba di Priok