Heboh Pemobil Pelat RFS Diduga Kokang Senjata di Jalan

ADVERTISEMENT

Heboh Pemobil Pelat RFS Diduga Kokang Senjata di Jalan

Tim detikcom - detikOto
Jumat, 20 Jan 2023 07:41 WIB
Pemobil pelat RFS diduga kokang senjata
Pemobil pelat RFS diduga kokang senjata Foto: Instagram @cetul_22
Jakarta -

Aksi pemobil pelat RFS kembali jadi sorotan. Heboh di media sosial video pemobil berpelat RFS diduga mengokang senjata genggam di pinggir jalan.

Dalam video yang diunggah akun instagram @cetul_22 terlihat pemobil B 2465 RFS sempat mengeluarkan benda dari balik bajunya. Diduga barang tersebut merupakan senjata genggam, pemobil tersebut juga terlihat sempat mengokangnya.

"Terekam dalam vidio nampak seorang lakiĀ² mengeluarkan senjata genggam ( pistol ) mengokangnya dan memasukan lagi ke pinggangnya, didalam vidio nampak lakiĀ² tersebut ada keributan dengan beberapa orang yg mengenakan seragam dari perkumpulan pengemudi pariwisata karawang," bunyi narasi dalam video tersebut.

Klip video itu menampilkan pemobil tersebut terlihat cekcok mulut oleh beberapa orang berseragam biru. Ketika hendak masuk ke mobilnya, dia diduga memegang senjata genggam.

"Bawa tembakan nih," ujar suara dalam video tersebut.

"Saya dikeroyok," ujar pemobil pelat RFS tersebut.

Belum diketahui penyebab cekcok tersebut. Namun yang menjadi sorotan netizen ialah pelat nomor RFS.

Pelat 'RFS' Cs bisa dimiliki oleh masyarakat umum dengan cara dipesan untuk membeli nomor cantik. Hal ini diperbolehkan dan ada ketentuan yang mengaturnya. Tapi khusus pelat 'RF' untuk pejabat memiliki kepala angka 1 pada TNKB, dan terdiri dari 4 digit.

"Sebenarnya RF dengan 4 digit kepala 1 hanya bedanya dengan kendaraan ini digunakan untuk.mendukung tugas-tugas operasional kekhususan tugas dan membutuhkan identitas kerahasiaan identitas ranmor dan pengguna," kata Pemerhati Transportasi dan Hukum, Budiyanto beberapa waktu yang lalu.

Senior Instructor Safety Defensive Consultant Indonesia, Sony Sumarna bahwa jalan raya merupakan milik bersama, pengertian antar sesama pengguna jalan tidak bisa dihilangkan. Kendati, sedang menggunakan mobil mewah. Adapun perilaku mengintimidasi dengan senjata genggam dinilai tidak menggunakan akal sehat.

"Ketika seorang pengemudi tidak melibatkan akal sehat dalam berkendara, mabuk, emosi, dan lain-lain maka yang terjadi adalah konflik. Bahkan risiko kecelakaan," kata Sony.

"Tidak ada yang menang dalam kekerasan di jalan raya, karena ujungnya adalah korban yang mungkin atau bahkan tidak bersalah," jelasnya.



Simak Video "Catat! Tugas Polantas Tidak Hanya Sebatas Menilang Lho"
[Gambas:Video 20detik]
(riar/din)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT