Beda Orang Jaksel dan Jakut soal Selera Cat Mobil

ADVERTISEMENT

Beda Orang Jaksel dan Jakut soal Selera Cat Mobil

Septian Farhan Nurhuda - detikOto
Senin, 03 Okt 2022 18:20 WIB
Teknisi tengah melakukan perawatan cat mobil BMW di BMW Ultima, Serpong, Tangerang Selatan, Rabu (16/3/2022). BMW Group Indonesia bersama dengan PT Karya Prima Ultima resmikan pembukaan BMW Ultima, sebuah fasilitas perbaikan dan pengecatan  kendaraan BMW dan MINI level tertinggi dari BMW.
Ilustrasi pengecatan mobil (Foto: Grandyos Zafna/detikOto)
Jakarta -

Belakangan muncul anggapan yang menyebut karakter warga Jakarta bisa dikategorikan berdasarkan tempat dia tinggal: selatan, utara, timur, barat, atau pusat. Menariknya, anggapan tersebut tak selamanya cuma stigma. Sebab, di dunia otomotif, warga Jakarta Selatan (Jaksel) punya selera berbeda dibandingkan mereka yang berdomisili di Jakarta Utara (Jakut).

Sales Manager Maxdecal Indonesia, Nofian Hendra mengatakan, menurut apa yang pihaknya pelajari di lapangan, rupanya warga Jaksel memiliki perbedaan signifikan dengan warga Jakut dalam urusan selera cat atau kelir kendaraan.

"Orang Jakarta Selatan lebih suka cat kendaraan doff, nah kalau orang Jakarta Utara lebih suka yang glossy. Segmentasinya memang berbeda," ujar Nofian Hendra saat ditemui di JCC Senayan, Jakarta Pusat, belum lama ini.

Itulah mengapa, sebagai penyedia stiker jenis PPF (paint protection film) di Indonesia, pihaknya menghadirkan produk dengan karakter doff dan juga glossy. Hal itu dilakukan untuk mengakomodasi tingginya permintaan konsumen di kedua wilayah tersebut.

"Jadi makanya kita harus siapkan keduanya, karena selera penggunanya memang berbeda-beda," terangnya.

Sayangnya, penjelasan Hendra hanya berhenti di preferensi jenis. Dia tak mengurai lebih detail mengenai minat warga Jaksel dan Jakut dalam memilih warna cat di kendaraan pribadinya.

Diketahui, baru-baru ini, Maxdecal mengenalkan stiker PPF mutakhir yang secara tampilan menyerupai cat kendaraan sungguhan. Produk tersebut bahkan turut dihadirkan di pameran IMX 2022 yang digelar akhir pekan kemarin.

Menurut Nofian, teknologi tersebut merupakan yang pertama di Asia. Sementara perekat stikernya dibuat di Jerman dengan daya tahan hingga tujuh tahun. Harganya mulai Rp 8 juta hingga 12 juta untuk pemasangan stiker di satu unit kendaraan.

Kabarnya, stiker tersebut sudah mulai diekspor ke sejumlah negara di luar negeri, seperti Malaysia, Thailand, India, Rusia, dan Amerika Serikat. Nofian mengklaim, ada sekira 3 ribu roll stiker yang diekspor setiap bulannya.

"Kami berusaha untuk dapat menambah kapasitas ekspor, karenanya kami sangat perlu dukungan dari pemerintah Indonesia," kata Nofian.



Simak Video "Cara Menjaga Cat Mobil Agar Awet Kinclongnya"
[Gambas:Video 20detik]
(din/din)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT