Kok Bisa Sopir Truk Trailer Maut di Bekasi Pakai Gigi 7 saat Turunan?

ADVERTISEMENT

Kok Bisa Sopir Truk Trailer Maut di Bekasi Pakai Gigi 7 saat Turunan?

Tim detikcom - detikOto
Jumat, 02 Sep 2022 11:15 WIB
Kecelakaan truk di Bekasi terjadi pada Rabu (31/8/2022). Truk tersebut menabrak sebuah halte, kemudian lanjut menabrak tiang di lokasi kejadian.
Gegara salah jalan, sopir truk trailer maut di Bekasi jadi kebingungan dan salah mengoper gigi.Foto: Hanafi/detikcom
Jakarta -

Sopir truk trailer yang menyebabkan kecelakaan maut di Bekasi mengaku kebingungan ketika tahu salah jalan. Sopir truk semula ingin pergi ke Surabaya lewat Narogong dan masuk ke Tol Bekasi Barat, namun justru berada di Kranji. Hal itu lantas membuatnya dalam mengambil aksi ketika mengendarai truk.

Dalam posisi kebingungan, sopir truk bermaksud mengoper tuas persneling ke gigi 3, tapi yang terjadi malah gigi pindah ke 7. Lebih fatalnya lagi, salah mengoper gigi itu terjadi ketika jalan menurun. Di sisi lain, kondisi truk disebut prima dan masih bisa melakukan pengereman.

Namun pada saat kejadian truk tengah mengangkut beban yang melebihi kapasitas. Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) sudah mengecek daya muat truk hanya bisa mengangkut beban seberat 35 ton. Namun pada kenyataannya, muatan yang diangkut mencapai 55 ton.

Meski demikian, beratnya beban yang diangkut, bertemu dengan posisi gigi tinggi dan jalanan menurun membuat truk sulit untuk mengerem. Alhasil kecelakaan pun tak terhindarkan.

"Dia posisi lagi cari tempat berputar, mau gigi tiga malah masuk gigi tujuh. Salah mindahin gigi kata dia," jelas Senior Investigator KNKT Ahmad Wildan sebagaimana dikutip detiknews.

"Saya tanya ada masalah di dalam pengereman, dia bilang bisa ngerem, tapi nggak pakem karena beratnya terlalu berlebihan terus pakai gigi tujuh," sambung Wildan.

Perlu diketahui, melintas di jalanan menurun memang dianjurkan menggunakan gigi rendah. Ini dilakukan untuk mengurangi beban rem. Mengutip laman Hyundai Indonesia, menggunakan gigi rendah saat di turunan dapat memperlambat laju kendaraan. Umumnya kondisi ini dinamakan engine brake.

Ketika melakukan engine brake, kecepatan kendaraan akan terbatas sehingga tidak meluncur begitu saja. Karena kecepatan terkontrol, maka rem hanya diinjak ketika kendaraan berjalan terlalu laju. Selain itu, kendaraan juga harus memperhatikan beban yang diangkutnya.

Pastikan tidak melebihi kapasitas angkut supaya tidak membahayakan di jalan. Kendaraan yang melebihi kapasitas akan mengganggu sistem pengereman dan juga akselerasi.



Simak Video "Detik-detik Kecelakaan Maut Truk Trailer di Bekasi"
[Gambas:Video 20detik]
(dry/din)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT