ADVERTISEMENT

Pelajaran dari Kecelakaan Toyota Fortuner yang Tewaskan Eks Danseskoal di Tol Jateng

Tim detikcom - detikOto
Sabtu, 30 Jul 2022 17:40 WIB
Mobil dinas Bakamla kecelakaan lalu lintas di Tol Solo-Semarang. Eks Danseskoal Laksda (Purn) Herry Setianegara wafat dalam kecelakaan tersebut.
Toyota Fortuner yang ditumpangi Eks Danseskoal Herry Setianegara ringsek. Foto: dok. istimewa
Jakarta -

Toyota Fortuner yang ditumpangi mantan Komandan Sekolah Staf dan Komando TNI Angkatan Laut (Danseskoal), Laksamana Muda (Purn) Herry Setianegara terlihat ringsek usai menabrak truk tronton. Diketahui juga akibat kecelakaan itu, nyawa Herry dan prajurit aktif TNI AL Frigat Inggristianto Putro tidak terselamatkan.

Kecelakaan lalu lintas itu terjadi di Ruas Jalan Tol Solo-Semarang KM 483.600-A. Toyota Fortuner mobil dinas Badan Keamanan Laut dengan nomor registrasi kendaraan 25213-00 itu dijelaskan Kabid Humas Polda Jateng Kombes Iqbal Alqudussy melaju dengan kecepatan 120 km/jam. Mobil kemudian oleng ke arah kiri dan menabrak truk tonton yang tengah melaju di lajur satu.

"Dengan kecepatan sekitar 120 km/jam di lajur dua," jelas Iqbal dikutip detiknews, Sabtu (30/7/2022).

Sekadar mengingatkan, melaju dengan kecepatan 120 km/jam di tol tentu membahayakan. Perlu diketahui, Di dalam peraturan pemerintah no 79 tahun 2013 tentang jaringan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) pasal 23 ayat 4 kemudian diperkuat dengan Peraturan Menteri Perhubungan tentang Tata Cara Penetapan Batas Kendaraan pasal 3 ayat 4 pada pasal 23 ayat 4, disebutkan bahwa batas kecepatan di jalan tol yaitu 60 hingga 100 kilometer per jam, sesuai dengan rambu lalu lintas yang terpasang.

Untuk berkendara di tol dalam kota sendiri kecepatan minimal berkendara (60 Km/Jam), maksimal berkendara yaitu (80 Km/Jam). Kemudian untuk berkendara di tol luar kota yakni minimal (60 Km/Jam) dan maksimal (100 Km/Jam).

Selain menjaga batas kecepatan di tol, tak ketinggalan konsentrasi juga harus terus diperhatikan. Menjaga konsentrasi bisa dilakukan sebelum memulai mengemudi dengan mendapat istirahat yang cukup. Rasa kantuk berpotensi menimbulkan kecelakaan.

Penentuan batas kecepatan itu tentu bukan tanpa alasan. Laman Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) mengungkap batas kecepatan itu ditetapkan agar pengendara bisa tetap fokus dan mengetahui batas maksimal guna mencegah terjadinya kecelakaan.



Simak Video "Ngebut di Tol Bisa Ditangkap ETLE, Bagaimana yang Pelan?"
[Gambas:Video 20detik]
(dry/din)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT