Mobil LCGC Angkut Motor-Kardus di Bagasi, Jadi Mirip Truk ODOL

Dina Rayanti - detikOto
Kamis, 28 Apr 2022 16:19 WIB
motor diangkut di bagasi mobil LCGC 5 penumpang
Mobil LCGC 5 penumpang terlihat mengangkut motor. Foto: Instagram dagelan
Jakarta -

Mobil penumpang sejatinya mengangkut penumpang. Kalaupun untuk mengangkut barang tentu diperbolehkan asalkan sesuai dengan batas muatan yang diperbolehkan. Hindari untuk mengangkut muatan berlebihan seperti yang dilakukan pemilik mobil Low Cost Green Car (LCGC) berkelir putih satu ini.

Terlihat ada motor matik diangkut bersama dengan koper, dua kardus, dan satu karung yang terisi penuh seperti diunggah akun instagram @dagelan. Barang tersebut dimuat di bagasi belakang mobil yang kecil.

[Gambas:Instagram]

Tak terlihat jelas model mobil yang mengangkut motor hingga koper tersebut, tapi dapat dipastikan kalau itu antara Agya dan Ayla. Namun perlu diketahui, baik Agya dan Ayla sama-sama memiliki daya angkut lima penumpang. Makin banyak muatannya, tentu akan berbahaya.

Instruktur Defensive Driving & Riding GDDC Andry Berlianto mengungkap, aksi mengangkut barang melebihi muatan itu sama halnya dengan truk Over Dimension Over Loading (ODOL). Bedanya hanya ada pada bentuk mobil yang lebih kecil.

"Ini jadi seperti ODOL pada truk, dimana barang bawaan jauh melebihi kemampuan kendaraan yang membawanya (dipaksa memang bisa tapi amat sangat berbahaya)," kata Andry saat dihubungi detikOto, Rabu (27/4/2022).

Masih menurut Andry, banyaknya muatan pada mobil tentu akan membuatnya sulit dikendalikan. Di sisi lain, visibilitas pengendara juga tertutup. Dengan begitu kecelakaan pun tak dapat terhindarkan.

"Nekat belum tentu mujur karena risiko kecelakaan mengintai setiap saat. Mobil kecil seperti ini tentunya tidak diperuntukan untuk membawa barang sebesar/seberat ini karena beban maksimal kendaraan mobil tersebut tentunya ada batasnya," tegas Andry.

Aksi nekat pengendara mengikat motor hingga koper di bagasi belakang itu mengundang ragam komentar dari warganet. Banyak yang khawatir akan keselamatan si sopir.

"Tolong jangan ditiru ya..Membahayakan pengguna kendaraan yang lain tidak ada dalam anjuran kemenhub. Yuk mudik secara aman saja naik kereta api, bus, atau pesawat," tulis seorang warganet.

"Tidak memikirkan keselamatan orang lain," tulis warganet lainnya.



Simak Video "Dear Pemudik, Pak Jokowi Imbau Balik dari Kampung Halaman Lebih Awal"
[Gambas:Video 20detik]
(dry/din)