Selasa, 13 Agu 2019 18:44 WIB

Catatan Pengendara

'Medan Itu Keras Bung!'

Tim detikcom - detikOto
Kota Medan Foto: Budi Warsito/detikcom Kota Medan Foto: Budi Warsito/detikcom
Medan - Tiap kota pasti punya kebiasaan berkendara yang unik. Di atas aspal ada sebuah istilah untuk pengemudi yang sangat berani mengambil keputusan manuver. Beberapa dari anda tentu sudah tidak asing dengan 'sopir Medan'.

Meski tidak semua, pengendara di Kota Medan masih ada yang suka menantang bahaya saat berkendara di jalanan. Bahkan kadang bisa sampai terjadi laga kambing (2 kendaraan saling tabrak) yang tak jarang berujung kematian pengendara.

"Kalau sudah lampu merah, dibilang belum merah banget, (jadi jalan terus)," ujar seorang detikers yang lama tinggal di Medan.

Lantas apa sih yang membuat mereka suka menantang bahaya seperti itu?



detikcom pun sempat merasakan pengalaman degdegannya disopiri oleh orang Medan di Kota Medan. Meskipun volume kendaraan tak sepadat Jakarta, ia seringkali melakukan manuver yang berbahaya begitu juga dengan pengendara lainnya. "Biasa itu mas di sini, kalau kami berani, masuk, kalau nggak berani jangan masuk," kata Bayu.

Cara berkendara ini memang sangat biasa terlihat di Medan. Di daerah lain mungkin akan memantik emosi pengguna jalan lain, sedangkan di Medan ini dianggap biasa. "Itulah Medan, keras. Kalau berani silakan ke sini," kelakarnya.

Beberapa kali pun tim detikcom hampir bergesekan dengan kendaraan lain. Namun seperti yang Bayu katakan hal itu biasa. Pengendara lain juga memaklumi hal tersebut jika mobil yang kami kendarai hampir membahayakan kendaraannya. "Kalau mereka berani masuk ya saya kasih jalan, kalau nggak ya saya yang masuk gitu aja," tukas Bayu.

Meskipun demikian, Bayu menambahkan bahwa pada dasarnya warga Medan adalah orang ramah. Sikap berkendara seperti itu hanyalah kebiasaan belaka.

Bagi detikers yang berkesempatan melancong ke kota ini sebaiknya harus banyak sabar dan hati-hati ya. Tentunya cara berkendara seperti ini sebaiknya tidak dilakukan jika ingin selamat seperti yang dikatakan oleh sejumlah instruktur keselamatan berkendara selama ini. Jika kebetulan lagi menumpang, ingatkan atau tegur saja abang sopirnya dengan ramah, pasti mereka menurut. Ya kan Lae?

Simak Video "Budidaya Burung Kenari, Medan"
[Gambas:Video 20detik]
(rip/ddn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed