Seperti dilaporkan Worldcarfans, Senin (1/2/2016), penelitian itu dilakukan pada 2011 hingga 2014. Kesimpulan penelitian menyebut, terjadinya tren keengganan mendapatkan SIM itu seiring dengan maraknya ride-sharing services dan transportasi alternatif.
Data dari Federal Highway Administration menunjukkan penurunan minat membuat SIM itu ada di semua kelompok umur. Pada kelompok umur 20-24 tahun turun 3 persen dalam rentang waktu tiga tahun, yakni dari dari 79,7 persen menjadi 76,7 persen.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menariknya, penurunan minat terbesar justru terjadi di kelompok usia muda. Bahkan penurunan minat di kelompok ini sudah terjadi sejak dua dekade terakhir, yakni jauh sebelum sistem sharing kendaraan Uber dan Lyft ada dan menyaingi kepemilikan kendaraan tradisional.
Penurunan minat di kelompok warga setengah baya dan senior, jumlah meningkat sejak 25 tahun hingga 2008 atau pada saat Amerika Serikat mengalami resesi. Sejak itu situasi seperti ini tidak pernah pulih.
Pada kelompok umur 60-64 tahun, pada saat itu, turun 3 persen. Sedangkan kelompok 30-34 tahun menurun 4,4 persen.
Penulis laporan, Michael Sivak dan Brandon Schoettle, ada beberapa faktor penyebab penurunan minat tersebut. Jasa sharing kendaraan seperti Uber dan Lyft misalnya, turut memberi andil.
Faktor lainnya, membengkaknya jumlah pengangguran, yang saat ini telah mencapai 5 persen. Bahkan orang Amerika yang mencari pekerjaan pada 2008β2015 turun 3,2 persen.
Padahal, ketiadaan SIM bagi mereka sejatinya justru akan mempersulit di jangka panjang terutama dalam kepemilikan. Fakta menunjukan, penjualan mobil di Amerika Serikat juga naik, sepanjang 2015 lalu sebanyak 17.470.000 unit mobil dilego di negeri itu. (arf/rgr)












































Komentar Terbanyak
Jawaban Pindad soal Prabowo Minta Desain Mobil Khusus Presiden Sapa Rakyat
Prabowo Minta Pindad Bikin Mobil Presiden Khusus buat Sapa Rakyat
Bayar Pajak STNK Tanpa KTP Pemilik Lama, Wajib Isi Formulir Balik Nama