Sore hari di jalanan Distrik Gangnam, Korea Selatan tidak jauh berbeda dengan Jakarta, sama-sama macet. Yang berbeda, dari sekian banyak mobil yang membanjiri jalanan hanya sedikit sekali penampakan mobil buatan Jepang.
Tidak hanya di Gangnam, populasi mobil impor asal Jepang memang terbilang langka di Korea Selatan. Jalan-jalan di Kota Seoul maupun kota lainnya umumnya didominasi oleh merek lokal terutama KIA dan Hyundai, dan hanya ada beberapa yang merupakan mobil impor.
"Mobil impor di Korea ada sekitar 18-20 persen. Sebagian besar berasal dari Eropa, terutama VW, BMW, dan sebagainya," kata Tae-nyen Kim, Sekretaris Jendral Korean Automobile Manufacturers Association (KAMA), ditemui detikOto baru-baru ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Galeri Foto: Jalanan Gangnam
Presiden KAMA, Yong Geun Kim mengakui bahwa Korea banyak belajar dari teknologi Jepang. Bahwa penetrasi mobil Jepang di Asia Tenggara begitu kuat pun diakui olehnya. Dan jika dibandingkan, Jepang pun sangat bangga dengan produknya sendiri.
"Di Jepang, semuanya mobil Jepang. Di Korea masih sangat terbuka karena banyak mobil Eropa, mobil Amerika," kilah Yong Geun Kim.
Menurut Yong Geun Kim, kompetisi industri otomotif antara Jepang dan Korea terjadi di seluruh dunia. "Emotionally, technologically, historically, Jepang dan Korea memang bersaing," tegasnya seperti dikutip Senin (6/4/2015).
(up/ady)












































Komentar Terbanyak
BBM Shell Kosong, Bahlil: Negara Nggak Cuma Ngurus 1 Kelompok!
Prabowo Mau Buka Pabrik Mobil di RI: Kenapa Kita Jadi Pasar Mobil Orang Lain?
Viral Istri Ketinggalan di Rest Area saat Mudik, Diantar Polisi Naik Moge