Suami Istri Ini Keliling Dunia Pakai Mobil Klasik

Suami Istri Ini Keliling Dunia Pakai Mobil Klasik

Aditya Maulana - detikOto
Rabu, 18 Des 2013 22:06 WIB
Suami Istri Ini Keliling Dunia Pakai Mobil Klasik
Sheffield - Melakukan perjalanan bersama dengan orang yang dicintai memang begitu menyenangkan, apalagi menempuh perjalanan dengan jarak yang jauh dan memiliki banyak kenangan. Seperti yang dilakukan oleh sepasang suami istri ini.

Ya, mereka adalah Clive (54) dan Gillian Raven (53). Sepasang suami istri ini baru saja berkeliling dunia dengan menempuh jarak sejauh 17.342 km dengan mobil klasik yang mereka beli di eBay, Triumph 1300 lansiran tahun 1968.

Mobil klasik yang dibelinya dengan harga 500 pounds itu berhasil menghantarkan mereka jalan-jalan ke beberapa negara di dunia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Diberitakan Dailymail, Rabu (18/12/2013) perjalanan mereka dimulai dari rumahnya yang berada di Sheffield pada bulan Juni 2013 dan tiba kembali di Oktober 2013.

Selama 127 hari, mereka berhasil singgah di 16 negara seperti Perancis, Jerman, Polandia, Republik Ceko, Estonia, Lithuania, Latvia, Rusia, Mongolia, China, Laos, Thailand, Kamboja, Malaysia dan terakhir di Singapura. Ia kembali lagi ke negara asalnya melewati jalur India.

"Kami sudah pernah ke Australia dan Thailand, tapi kami ingin melakukan sesuatu yang benar-benar berbeda. Kami tidak tinggal di hotel, tapi dimana tempat yang kami anggap nyaman maka kami tinggal disitu lebih lama," kata Raven.

Selama perjalanan, mereka berdua bergantian mengemudi dan setiap 4 hari berjalan ia gunakan 1 hari untuk beristirahat. Mereka hanya tinggal di kemah.

Banyak yang menyangka ide mereka cukup gila dan tak sedikit juga teman-temannya yang menyepelekan ide mereka.

"Orang-orang mengira kami gila, Mereka mengatakan kami tidak akan pernah berhasil dan mereka terus bertanya apakah mobil yang aku pakai akan mogok. Mobil itulah yang kami pilih, jika kami tidak bisa bertahan maka kami tidak akan kehilangan uang yang besar," katanya.

Menurut sepasang suami istri itu, banyak sekali cerita menarik selama perjalanan. Mobil yang mereka bawa sempat mogok dan bahan bakarnya menguap karena kondisinya begitu panas.

"Saya harus melakukan beberapa perbaikan dan untungnya saya juga menyimpan beberapa suku cadang yang bisa kita gunakan ketika darurat," ujarnya.

Dibeberapa tempat juga tak sedikit warga sekitar yang mencoba menghampirinya dan mencoba meminta foto dengan mobil klasiknya.

"Orang-orang banyak yang melihat mobil kita dan mereka ingin berjabat tangan. Kami merasa lebih menyatu menggunakan mobil tua dibandingkan mobil modern," lugasnya.

(ady/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads