Kementerian Luar Negeri Iran sedang menelusuri kecelakaan maut yang melibatkan diplomat Arab Saudi di Teheran dan menewaskan seorang warga Iran. Disebut-sebut, sang diplomat tengah dalam keadaan mabuk ketika kecelakaan terjadi.
"Kementerian Luar Negeri dengan segera menindaklanjuti isu tersebut melalui jaringan diplomatik dan yudikatif, setelah mendapat informasi (tentang kecelakaan) dan telah melakukan langkah-langkah yang diperlukan," ujar juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Ramin Mehmanparast, seperti dilansir PressTV, Rabu (20/3/2013).
Menurut Mehmanparast, sang diplomat yang tidak disebut namanya tersebut telah melanggar banyak peraturan yang berlaku di Iran. Diplomat itu mengemudi mobil dalam kecepatan tinggi yang melebihi batas aman dan juga mengemudi saat mabuk.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kecelakaan ini terjadi pada Senin (18/3) waktu setempat di salah satu ruas jalan di wilayah timur laut Teheran. Sang diplomat Saudi yang menyetir mobil saat mabuk menabrak sebuah mobil yang dikemudikan seorang warga Iran. Dia kemudian kabur.
Insiden ini menewaskan warga Iran tersebut dan melukai seorang warga lainnya yang sedang melintas berjalan kaki di dekat lokasi kejadian. Hasil penyelidikan kepolisian setempat menemukan 4 botol minuman keras di dalam mobil sang diplomat Saudi. Penyelidikan polisi masih berlanjut.
Tidak dijelaskan lebih lanjut keberadaan sang diplomat Saudi ini, namun nampaknya dia telah dalam penahanan kepolisian setempat. Kedutaan Besar Arab Saudi di Teheran belum berkomentar mengenai insiden ini.
(nvc/ikh)












































Komentar Terbanyak
Resmi Turun, Ini Harga BBM Se-Indonesia Juli 2026
Bahlil: Harga BBM Baru Naik 3 Minggu, Masa Udah Ditanya Kapan Turun
Insentif Kendaraan Listrik Molor lagi, Ini Alasan Menkeu Purbaya