Mobil berkapasitas mesin 2.200 cc ini adalah milik Wisnu Pratondo, asal Yogyakarta.
Meski kendaraannya telah berumur, tidak membuat dirinya merasa minder. Mengendarai sebuah mobil klasik, menurutnya memiliki kebanggaan tersendiri.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mercy 220S yang diberi nama Gendis ini sanggup mampu berlari Yogyakarta-lampung, dengan top speed 80 mil/jam (128 km/jam) lho.
"Mobil saya ini 80 persen masih orisinil. Karena ada beberapa part atau komponen bodi yang penting aku sesuaikan. Seperti pada bagian rem, karena itu merupakan hal utama dalam keselamatan," kata Wisnu.
Wisnu pun menambahkan, bicara soal suka duka berkendara mobil klasik itu banyak sekali. Namun Wisnu sangat senang dan bersyukur bisa merasakannya.
"Kalau enggak enaknya itu, pertama, masalah perawatannya. Perawatannya itu lebih ekstra dibandingkan mobil baru. Kedua, kalau tidak mencintai mobil klasik, pasti tidak akan bisa mengendarainya. Karena tidak akan memiliki kebanggaan. Ketiga, meski memiliki teknologi lama. Namun kenyamanannya masih bisa dirasakan," kata Wisnu.
Saat merestorasi ulang mobil merupakan saat-saat yang mengasyikkan, kata Wisnu lagi.
Mobil klasik ujar Wisnu tidak bisa sembarangan orang yang mengendarai.
"Kalau kita ingin sesuatu harus menunggu dahulu tidak bisa instan. Seperti ingin mengganti pelek, lampu, lampu spion. Dan terakhir, yah karena enggak enak, kita harus cari cara untuk buat menjadi enak," kata Wisnu sambil tertawa.
(ddn/ddn)












































Komentar Terbanyak
Permintaan Maaf Pemobil yang Konvoi Zig-zag di Tol Becakayu
Kebut-kebutan di Tol JORR, Endingnya Pajero Sport-BMW Ringsek!
Perpanjang STNK Tahunan dan 5 Tahunan, Duitnya Buat Apa?