Penelitian terbaru menyebutkan kalau para pekerja yang melakukan perjalanan dengan menggunakan mobil, bus atau kereta ke kantor lebih mungkin menderita stres dan kelelahan, jauh lebih stres dan lelah daripada berangkat ke kantor dengan berjalan kaki atau naik sepeda.
Penelitian tersebut dilakukan oleh para peneliti dari Universitas Lund di Swedia dengan melibatkan responden 12.000 karyawan yang berusia antara 18 dan 65.
"Umumnya mobil dan transportasi umum membuat pengguna menderita stres lebih, kualitas tidur yang lebih rendah, kelelahan," ujar Erik Hansson, seorang peneliti dari Universitas Lund seperti detikOto kutip dari Daily Mail Selasa (8/11/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di Inggris menurut Bandan Statistik setempat terungkap kalau setiap pengendara biasanya harus bergulat dengan kemacetan rata-rata 54 menit setiap harinya. Akibat kemacetan tersebut tiap tahunnya Inggris mengalami kerugian hingga 190 juta pounds akibat kesehatan para warga pekerjanya yang cuti akibat sakit yang rata-rata 6,5 hari tiap tahun.
Sementara di Jakarta setiap tahun menurut Kementerian Perhubungan akibat macet , masyarakat mengalami kerugian hingga Rp 28,1 triliun per tahun.
Bahkan menurut Ekonom UI Andrinof Chaniago kerugiannya malah bisa mencapai Rp 43 triliun karena konsumsi BBM yang naik.
(syu/ddn)












































Komentar Terbanyak
Resmi Turun, Ini Harga BBM Se-Indonesia Juli 2026
Haram Dilakukan saat Ujian Praktik SIM C, Sepele tapi Bikin Auto Gagal
Insentif Kendaraan Listrik Molor lagi, Ini Alasan Menkeu Purbaya