Penurunan angka kecelakaan selama layanan Blackberry terganggu itu terjadi di Dubai. Kecelakaan lalu lintas turun hingga 20 persen per hari di saat para pengguna BlackBerry tidak bisa menggunakan layanan email, internet atau BlackBerry Messenger alias BBM.
Di Abu Dhabi angka kecelakaan bahkan turun lebih besar lagi. Sebab disaat layanan BlackBerry mengalami kendala, angka kecelakaan di Abu Dhabi pada minggu ini turun hingga 40 persen dan tidak terdapat kecelakaan fatal.
Padahal biasanya kecelakaan lalu lintas terjadi setiap tiga menit di Dubai dan kecelakaan fatal terjadi setiap dua hari di Abu Dhabi.
Kepala Kepolisian Dubai Letnan Jenderal Dahi Khalfan Tamim dan Direktur Lalu Lintas Kepolisian Abu Dhabi Brigadir Jenderal Hussein Al Harethi mengungkapkan bahwa gangguan layanan Blackberry antara Selasa sampai Kamis lalu membawa berkah bagi negeri Arab tersebut.
"Penurunan kecelakaan yang signifikan terjadi pada para pengendara muda dan pria selama 3 hari itu. Kecelakaan yang terjadi akibat penggunaan perangkat ini memang kecil dan moderat tapi memiliki efek yang sangat mematikan," ujar Tamim seperti detikOto kutip dari The National, Rabu (18/10/2011).
"Sama sekali tidak ada yang terjadi dalam seminggu terakhir terkait kematian di jalan dan kita benar-benar senang tentang itu," kata Brigjen Al Harethi. "Orang-orang perlahan-lahan mulai menyadari bahaya menggunakan ponsel mereka saat mengemudi. Jalan-jalan menjadi lebih aman ketika BlackBerry berhenti bekerja," lugasnya.
Kecelakaan akibat menggunakan BlackBerry memang tengah menjadi sorotan di Uni Emirat Arab setelah kematian tragis pesepakbola internasional Theyab Amana dua minggu lalu ketika dia mengalami kecelakaan akibat mengemudi sambil menggunakan BlackBerry.
"Kecelakaan itu pasti membuat orang benar-benar berpikir dua kali sebelum menggunakan BlackBerry mereka saat mengemudi," kata Brigadir Jenderal Al Harethi.
"Saya tidak menggunakan BlackBerry saat mengemudi. Tapi setelah melihat efek melakukannya dan kecelakaan dan kehidupan yang telah hilang, aku berhenti. Aku sudah berhenti menggunakan BlackBerry saat mengemudi. Pesan bisa menunggu," ujar seorang warga keturunan Irak di Abu Dhabi Ammar Al Alwan.
Sementara warga Suriah yang ada di Abu Dhabi, Maha Khoubieh mengaku dia biasa melirik Blackberry miliknya ketika berada di lampu merah. Tapi penurunan kecelakaan yang diumumkan kepolisian itu membuatnya memikirkan ulang kebiasaan buruknya itu.
"Ini sangat menakutkan melihat betapa telepon dapat mempengaruhi kehidupan kita," katanya. "Saya pasti berpikir bahwa mulai dari sekarang, BlackBerry saya akan taruh di dalam tas dan kita semua harus melakukannya untuk meningkatkan keselamatan jalan kami," cetusnya lagi.
Kepolisian Abu Dhabi pun 2 minggu lalu sudah menggalang kampanye anti ponsel ketika mengemudi. Polisi mengancam akan memberikan denda bagi siapa saja yang kecelakaan yang kedapatan mengirim atau menerima pesan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hingga saat ini kepolisian Dubai telah mendenda 36.500 pengendara yang kedapatan menggunakan ponsel mereka ketika berkendara di sepanjang tahun ini serta memberikan poin pada SIM yang mereka miliki.
(ddn/ddn)












































Komentar Terbanyak
Permintaan Maaf Pemobil yang Konvoi Zig-zag di Tol Becakayu
Kebut-kebutan di Tol JORR, Endingnya Pajero Sport-BMW Ringsek!
Perpanjang STNK Tahunan dan 5 Tahunan, Duitnya Buat Apa?