Kecelakaan Lalu Lintas di Bandung Bikin Rugi Rp 1,448 Miliar

Kecelakaan Lalu Lintas di Bandung Bikin Rugi Rp 1,448 Miliar

- detikOto
Senin, 17 Okt 2011 13:02 WIB
Kecelakaan Lalu Lintas di Bandung Bikin Rugi Rp 1,448 Miliar
Bandung - Kerugian materil akibat kecelakaan lalu lintas di Bandung mencapai Rp 1,448 miliar hingga bulan September 2011. Angka ini meningkat dibandingkan tahun sebelumnya di periode yang sama sebesar Rp 875,1 juta.

Demikian data Kepolisian Resor Bandung yang diperoleh detikOto dalam siaran pers Garda Oto, Senin (17/10/2011).

Kerugian tersebut sebenarnya dapat dihindari jika para pengendara dapat berhati-hati saat berkendara di jalan raya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Jika kita melihat jumlah kerugian akibat kecelakaan di jalan raya, bukanlah angka yang cukup kecil, ada baiknya jika kecelakaan ditekan maka kerugian materil pun akan berkurang," ujar Marketing Communication & PR Head, Asuransi Astra Laurentius Iwan Pranoto.

Karena itulah Garda Oto mengkampanyekan aman berkendara melalui event bertajuk Always Drive Safe.

Setelah Kota Surabaya dan Kota Jakarta, kali ini, Garda Oto bersama Top1 dan GT Radial menyelenggarakan event Always Drive Safe di Kota Bandung, Tanah Priangan.

Kegiatan ini dilaksanakan guna mendukung upaya kepolisian dalam menekan angka kecelakaan lalulintas di Indonesia, khususnya di Kota Bandung.

"Garda Oto tidak akan berhenti untuk terus mengingatkan para pengendara untuk selalu aman dalam berkendara," ujarnya.

Dalam kampanye Always Drive Safe di Kota Bandung sebanyak 180 peserta yang terdiri dari dari pelanggan, komunitas mobil seperti Nisan Livina Club, Avanza Xenia Indonesia Club, Honda Accord of Indonesia, dan masyarakat umum ini diajak untuk mengikuti sesi indoor class, dimana mereka akan diberikan teori-teori bagaimana aman berkendara oleh Jusri Pulubuhu dari Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC).

Setelah mendapatkan ilmu di kelas, maka dilanjutkan dengan sesi outdoor class session.

Sesi kedua menjadi sesi yang cukup menarik dan menegangkan, pasalnya, para peserta akan melihat, merasakan dan belajar bagaimana bereaksi saat keadaan darurat di jalan raya seperti skid car, kondisi dimana ban licin sehingga tidak dapat melakukan pengereman dengan sempurna, panic breaking, keadaan dimana pengemudi harus melakukan pengereman dalam keadaan darurat.

"Seminar semacam ini sangat berguna, banyak hal dimana Saya belum tahu atau paham. Saya baru mengetahui bahwa pengereman bukan untuk menghentikan mobil, namun untuk memperlambat," ungkap Naya, salah satu peserta dari Bandung.

(ddn/ddn)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads