Pakai 2 Ponsel Sambil Nyetir, SIM Dicabut

Pakai 2 Ponsel Sambil Nyetir, SIM Dicabut

- detikOto
Selasa, 23 Agu 2011 20:10 WIB
Pakai 2 Ponsel Sambil Nyetir, SIM Dicabut
London - Menggunakan ponsel ketika berkendara adalah perbuatan yang sangat membahayakan. Tidak hanya bagi diri si pengendara, tapi juga bagi orang yang ada di sekitarnya. Karena itu, bila ada yang ketahuan berkendara sambil penggunakan ponsel, hukuman berat harus diberikan.

Hal inilah yang dilakukan oleh kepolisian Inggris ketika menarik Surat Izin Mengemudi (SIM) milik David Secker dan melarangnya mengemudi selama 12 bulan setelah kedapatan sedang mengemudikan mobil sambil menggunakan dua ponsel.

David kedapatan polisi sedang berkendara dengan dua ponsel. Satu tangannya memegang ponsel untuk berbicara di sisi sebelah kanan, sementara tangan kirinya memegang ponsel lain.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun Secker membantah bahwa ia sedang menggunakan telepon kedua untuk mengirim pesan dan mengklaim bahwa ia sedang membaca sebuah nomor telepon dari ponsel di tangan kirinya untuk diberikan kepada orang yang sedang ia ajak bicara. Dia juga bersikeras bahwa dia masih memegang roda kemudi dengan tangan kiri tersebut.

Hakim di Norwich juga mengatakan kalau Secker membantah laporan bahwa dia mengemudikan Vauxhall Tigra miliknya dengan lutut yang menyebabkan mobil berbelok melewati batas kecepatan 70 mph (112 km/jam) di Blofield, Norfolk pada 17 Mei.

Namun dalam sidang sebelumnya, polisi mengatakan bahwa petugas harus menunggu Secker menyelesaikan percakapan telepon sebelum bisa ditegur. Apalagi setelah diperiksa, Secker ternyata tidak memiliki asuransi mengemudi.

Untuk pelanggarannya itu, selain dilarang menyetir selama 1 tahun, Secker pun 100 pound (Rp 1,4 juta) untuk mengemudi tanpa asuransi dan masing-masing 25 pound (Rp 354 ribu) untuk dua pelanggaran lain dan diperintahkan juga untuk membayar biaya tambahan 15 pound (Rp 212 ribu).

Jaksa Denis King yang menuntut Secker mengatakan polisi yang menangkap pria berusia 34 tahun tersebut melihat semua kelakuan Secker sebelum menangkapnya, sehingga Secker tidak lagi bisa berkilah.

"Pengemudi itu memegang ponsel ke telinga kanannya dengan tangan kanannya dan mulutnya bergerak saat ia berbicara. Sementara ia terus menuju bundaran, ia terlihat sedang memegang ponsel kedua di tangan kiri dengan ibu jari di atasnya seolah-olah dia SMS-an dan karena itu tidak memegang kemudi," ujar jaksa Denis King seperti detikOto kutip dari Daily Mail, Selasa (23/8/2011).

"Perwira itu mengikutinya dan menghentikannya di sebuah tempat. (Saat itu) Ponsel kedua yang ada di tangan kirinya telah berada di kursi penumpang," tambahnya lagi.

Kuasa hukum Secker, Simon Nicholls membantah hal tersebut dan mengatakan bahwa tangan kiri Secker masih memegang kemudi sambil memegang telepon dan membantah laporan media bahwa Secker telah mengemudi dengan lututnya.

"Dia mengemudi dalam garis lurus dengan ponsel di satu telinga dan telepon kedua di tangannya di atas roda kemudi, membacakan nomor ke orang yang di telepon. Dia di telepon oleh seorang teman, dia tidak menelpon," bela Simon Nicholls.

Namun meski terus membantah dirinya mengemudi menggunakan lutut, Secker mengakui kalau memakai ponsel ketika mengemudi itu adalah sebuah kesalahan. "Saya pikir saya diperlakukan dengan adil. Saya pikir pengacara saya mengatakan semuanya di pengadilan," ujarnya sesaat setelah dijatuhi hukuman.

"Dia menerima bila dikatakan satu tangannya ada di kemudi. Itu berarti dia tidak dapat mengontrol (mobil) dengan tepat. Dia telah melakukan kesalahan dan akan belajar dari itu," tuntas Nicholls.


(syu/ddn)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads