Setelah sukses dengan taksi listriknya, ride-hailing asal Vietnam, Green SM, mulai mengoperasikan ojek online (ojol) listrik di Indonesia. Meski saat ini hanya tersedia di Jakarta, namun di masa depan penyebarannya bakal lebih masif.
Ketua Umum asosiasi ojol Garda Indonesia, Igun Wicaksono mengatakan, kemunculan Green SM merupakan kabar baik untuk bisnis ride-hailing di Tanah Air. Sebab, dengan demikian, konsumen dan driver punya banyak pilihan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pada prinsipnya, kami melihat hadirnya Green SM Bike sebagai pemain baru dalam industri ride-hailing roda dua di Indonesia dapat memberikan dampak positif, sepanjang kompetisi yang dibangun adalah kompetisi yang sehat dan berkelanjutan," ujar Igun kepada detikOto, Jumat (25/9) kemarin.
Ketua Umum Asosiasi Pengemudi Ojek Online Garda Indonesia, Raden Igun Wicaksono. Foto: Taufiq Syarifudin/detikcom |
Masuknya pemain baru, kata Igun, memperluas pilihan masyarakat sebagai konsumen. Bagi pengemudi, kehadiran platform baru juga dapat membuka alternatif sumber penghasilan dan memperluas pilihan platform yang dapat digunakan untuk bekerja.
"Apalagi Green SM membawa diferensiasi berupa ekosistem kendaraan listrik, yag menurut kami menarik untuk dicermati dalam konteks transformasi transportasi digital dan transisi menuju mobilitas rendah emisi di Indonesia," terangnya.
Meski demikian, Igun berharap, masuknya Green SM Bike ke Indonesia tak memicu perang tarif gila-gilaan. Sebab, jika itu terjadi, maka yang menjadi korbannya adalah mitra driver.
"Persaingan seharusnya diarahkan pada peningkatan kualitas pelayanan, keselamatan, teknologi, efisiensi, transparansi sistem, serta kesejahteraan pengemudi-bukan berlomba menurunkan tarif perjalanan sampai pada tingkat yang akhirnya menekan pendapatan pengemudi," ungkapnya.
Garda Indonesia akan mencermati perkembangan model bisnis Green SM Bike, khususnya struktur tarif, pola kemitraan, pembagian hasil, biaya atau kewajiban yang dibebankan kepada pengemudi, sistem insentif, skema kendaraan, serta dampaknya terhadap pendapatan bersih pengemudi.
"Prinsip kami sederhana: inovasi dan kompetisi boleh berkembang, tetapi jangan menjadikan kesejahteraan pengemudi sebagai variabel yang dikorbankan untuk memenangkan pasar," tuturnya.
Diberitakan sebelumnya, Kepastian ojol Green SM mulai beroperasi di Jakarta disampaikan Edison Mai selaku Chief Executive Officer (CEO) VGreen. Bahkan, dia telah menjajalnya langsung untuk berkeliling Kota Metropolitan.
"Pada 16 September 2026, layanan skuter listrik Green SM sudah mulai beroperasi di Jakarta," kata Edison Mai melalui akun Linkedin resminya.
Dalam unggahan di akun Instagram resminya, Green SM juga mengumumkan beroperasinya layanan ojol di Jakarta. Mereka tak menutup kemungkinan layanan tersebut juga tersedia di kawasan-kawasan lain.
"Green SM Bike kini hadir untuk semua agenda serumu. Sat set dan pasti on budget. Saat ini, tersedia di area tertentu di Jakarta Selatan, Jakarta Barat, dan Jakarta Pusat," demikian tulis Green SM melalui akun Instagram resminya.
"Namun, tidak menutup kemungkinan Green SM akan ekspansi ke wilayah lainnya di Indonesia. Supaya tidak ketinggalan informasinya, follow akun sosial media kami, ya," lanjut akun tersebut.











































