Minyak Dunia Mahal, Pertamina Pastikan Harga Pertalite-Solar Subsidi Tak Naik

Minyak Dunia Mahal, Pertamina Pastikan Harga Pertalite-Solar Subsidi Tak Naik

Rangga Rahadiansyah - detikOto
Senin, 14 Sep 2026 08:11 WIB
Petugas melayani pengisian Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite di salah satu SPBU Jakarta, Kamis (20/8/2026).
Pertalite. Foto: Gilang Faturahman/detikFoto
Jakarta -

Harga minyak mentah dunia semakin mahal. Bahkan, harga minyak mentah dunia tembus $100 lebih per barel. Meski begitu, Pemerintah dan Pertamina memastikan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi tidak akan naik.

PT Pertamina Patra Niaga memastikan harga BBM subsidi tetap tidak mengalami kenaikan hingga akhir 2026. Hal itu sejalan dengan arahan Pemerintah.

Pertamina menyebut, kepastian tersebut tetap berlaku di tengah dinamika sejumlah parameter pembentuk harga BBM, antara lain harga minyak dunia dan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang mengalami fluktuasi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Pertamina Patra Niaga mengikuti kebijakan Pemerintah dalam penetapan harga BBM. Meskipun terdapat fluktuasi pada sejumlah parameter pembentuk harga, seperti harga minyak dunia dan nilai tukar, untuk BBM subsidi sesuai arahan Pemerintah tidak ada kenaikan harga hingga akhir 2026. Sementara untuk JBU, harga mengikuti formula yang telah ditetapkan Pemerintah," ujar VP Communication Pertamina Patra Niaga, Kitty Andhora, dalam keterangan tertulis.

ADVERTISEMENT

Pemerintah sebelumnya telah memastikan harga BBM subsidi tidak mengalami kenaikan hingga akhir tahun 2026. Kebijakan tersebut merupakan bagian dari upaya Pemerintah menjaga stabilitas harga energi dan daya beli masyarakat di tengah dinamika harga energi global.

Produk BBM yang termasuk dalam BBM Subsidi antara lain Pertalite dan Solar subsidi (Biosolar). Saat ini, Pertalite masih dijual di harga Rp 10.000 per liter, sedangkan Biosolar subsidi Rp 6.800 per liter.

Sementara itu, untuk BBM Jenis BBM Umum (JBU) atau BBM non-subsidi, harga mengikuti formula yang telah ditetapkan Pemerintah. Penetapan harga JBU dilakukan dengan mengacu pada formula dan ketentuan yang berlaku.

Kenaikan harga minyak mentah itu bisa saja berdampak pada harga BBM non-subsidi di Indonesia. Bila tren harga minyak mentah dunia masih tinggi, tak menutup kemungkinan harga Pertamax bahkan bisa tembus Rp 20.000 per liter.

"Karena kalau tidak kondisi ini akan berdampak seperti sekarang, harga Pertamax dan lain-lain itu akan berkisar antara di angka Rp 18-20 ribuan, karena belum ada indikasi terjadi penurunan harga minyak dunia," kata Direktur Pemasaran Ritel Pertamina Patra Niaga Eko Ricky Susanto dikutip detikFinance.

Tahun ini, harga Pertamax khususnya di wilayah Jabodetabek sempat menyentuh angka tertinggi, Rp 16.250 per liter. Kemudian pada Agustus harganya turun menjadi Rp 15.950 per liter. Masuk bulan September, harga Pertamax tetap bertahan di level Rp 15.950 per liter.



(rgr/din)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads