Insiden mengerikan terjadi di ajang balap China GT yang digelar di Sirkuit Internasional Shanghai. Seorang pembalap nyaris kehilangan nyawa usai mobilnya terbakar hebat pasca tabrakan beruntun, namun berhasil diselamatkan oleh rivalnya sendiri di lintasan.
Kecelakaan itu terjadi sekitar 20 menit setelah balapan pembuka China GT dimulai pada Sabtu lalu. Neil Verhagen yang mengendarai BMW M4 GT3 Evo nomor 33 dari tim 610Racing kehilangan kendali usai berusaha menyalip David Chen di area basah menjelang Tikungan 14.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mobil Verhagen sempat menyenggol Ferrari milik Chen sebelum keduanya tergelincir ke arah tikungan hairpin. Di titik itulah Ferrari 296 GT3 Evo milik Ollie Millroy dari tim FIST Team AAI dihantam keras dari samping. Mobil tersebut langsung terbakar hebat.
Rekaman kamera onboard dari Porsche 911 GT3 R Evo milik Loek Hartog, pembalap Phantom Global Racing, menunjukkan betapa cepatnya situasi memburuk. Alih-alih melanjutkan balapan, Hartog justru menghentikan mobilnya di dekat lokasi kecelakaan, melompat keluar, dan berlari menuju Ferrari yang tengah dilalap api.
Ia sempat mencoba mendekati Millroy dari sisi pengemudi sebelum berpindah ke sisi lain mobil. Di sana, Hartog nekat mencopot paksa pintu mobil untuk bisa menjangkau dan membebaskan Millroy yang terjebak di dalam. Tak lama berselang, seorang marshal tiba membawa alat pemadam api, yang akhirnya membantu Hartog mengeluarkan Millroy dari mobil yang terbakar. Seluruh proses penyelamatan itu berlangsung kurang dari satu menit sejak Hartog keluar dari mobilnya.
Usai insiden tersebut, Millroy mengaku dirinya masih hidup berkat aksi cepat Hartog. Dalam sebuah unggahan, ia menulis rasa syukurnya.
"Saya masih hidup malam ini, semata-mata berkat satu orang, Loek Hartog," tulis Millroy.
Ia juga menyoroti bahwa saat itu belum ada petugas marshal maupun tim pemadam kebakaran yang tiba di lokasi ketika Hartog memutuskan untuk berhenti dan menolongnya.
Akibat kecelakaan itu, Millroy mengalami lima tulang rusuk patah, tulang selangka retak, tangan dan jarinya patah, serta paru-paru memar. Ia dijadwalkan menjalani operasi sebelum memulai proses pemulihan.
Sementara itu, Hartog sendiri enggan disebut sebagai pahlawan atas aksinya tersebut. Ia meyakini banyak orang lain yang akan melakukan hal serupa jika berada dalam situasi yang sama dengannya.
(riar/din)










































