China Bikin Sunroof yang Bisa Ngecas Mobil Listrik

China Bikin Sunroof yang Bisa Ngecas Mobil Listrik

Septian Farhan Nurhuda - detikOto
Minggu, 23 Agu 2026 12:39 WIB
Sunroof mobil
Sunroof mobil. Foto: Doc. Carscoops
Jakarta -

Produsen kaca otomotif asal China, Fuyao Group, mengembangkan sunroof panel surya untuk mobil listrik. Teknologi ini diklaim sudah selesai dikembangkan, tervalidasi, dan siap diproduksi massal.

Fuyao bukan pemain baru. Perusahaan ini merupakan salah satu produsen kaca otomotif terbesar di dunia dan memasok kaca untuk sejumlah merek seperti Ford, General Motors, Subaru, Tesla, hingga Volkswagen Group.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Disitat dari Carscoops, Minggu (23/8), panel surya tersebut dibuat langsung menyatu dengan kaca. Dalam gambar yang dirilis Fuyao, sel surya terlihat memenuhi bagian atap hingga melebar ke area kaca belakang mobil.

SunroofSunroof mobil Foto: Dok. Astra Peugeot

Fuyao saat ini memiliki fasilitas produksi di Yangxia dan Hefei dengan kapasitas gabungan sekitar 3 juta set kaca otomotif per tahun. Kapasitas itu juga tengah ditingkatkan.

ADVERTISEMENT

Teknologi ini kabarnya juga sempat dikaitkan dengan BYD. Laporan dari China menyebut panel surya Fuyao berpotensi ditawarkan sebagai opsi untuk BYD Han dan Tang dengan harga sekitar 8.000 yuan atau sekitar Rp 21 jutaan.

Namun, belum ada konfirmasi resmi dari BYD maupun Fuyao mengenai penerapan teknologi tersebut pada kedua model itu.

Meski terdengar menarik, panel surya di mobil listrik bukan berarti bisa menggantikan kebutuhan charging. Energi yang dihasilkan tetap terbatas dan sangat bergantung pada kondisi matahari.

Nissan sebelumnya juga mengembangkan konsep serupa pada Ariya. Panel surya dipasang di atap, kap mesin, dan pintu bagasi.

Dalam kondisi cerah, Nissan menyebut sistem tersebut mampu memberikan tambahan jarak tempuh hingga 23 km per hari. Namun, saat digunakan berkendara selama dua jam sejauh 80 km, energi yang terkumpul hanya sekitar 0,5 kWh atau setara tambahan jarak tempuh sekitar 3 km.

Artinya, teknologi ini lebih cocok menjadi sumber energi tambahan, bukan pengganti charger. Tapi bisa membantu mengurangi frekuensi pengisian daya, terutama bagi pengguna yang mobilnya sering terparkir di bawah sinar matahari.



(sfn/rgr)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads