×
Ad

Teknologi Armada Geotab Turunkan Risiko Berkendara Aerotrans hingga 60%

Fara Difa Alfeni - detikOto
Rabu, 24 Jun 2026 12:43 WIB
Foto: Geotab
Jakarta -

Di tengah meningkatnya perhatian terhadap keselamatan transportasi di Indonesia, peran sistem transportasi darat sebagai pendukung operasional penerbangan semakin menjadi sorotan. Tidak hanya di udara, keselamatan perjalanan awak pesawat dari dan menuju bandara juga menjadi faktor krusial dalam menjaga kelancaran operasional maskapai.

Sejak mengimplementasikan teknologi telematika Geotab pada September 2024, Aerotrans mencatat sejumlah peningkatan signifikan dalam aspek keselamatan dan efisiensi operasional.

Aerotrans berhasil mencapai peringkat keselamatan sebesar 89%, melampaui armada sejenis di kawasan regional. Selain itu, terdapat peningkatan 61% dalam prediksi tingkat kecelakaan per kilometer sebagai pencapaian penting dalam strategi keselamatan.

Aerotrans juga mencatat penurunan 57% pada kejadian rem mendadak dan 66% pada akselerasi agresif, yang menunjukkan perbaikan perilaku pengemudi melalui notifikasi real-time. Sementara itu, durasi idle menurun sebesar 22%, yang berkontribusi pada efisiensi bahan bakar dan operasional.

Data tersebut menunjukkan bagaimana pendekatan berbasis data dapat secara langsung membentuk perilaku berkendara yang lebih aman sekaligus meningkatkan efisiensi operasional.

Sebagai penyedia layanan transportasi darat bagi Garuda Indonesia Group, Aerotrans mengoperasikan lebih dari 700 kendaraan dengan lebih dari 1.200 perjalanan setiap bulan untuk memastikan awak penerbangan dan tim operasional tiba tepat waktu.

Namun, kompleksitas operasional skala besar ini juga menghadirkan tantangan, terutama dalam hal visibilitas armada, pengawasan perilaku pengemudi, serta pencegahan risiko kecelakaan.

Geotab, perusahaan global penyedia solusi armada terhubung, mengimplementasikan platform berbasis data real-time. Sistem ini memungkinkan pemantauan menyeluruh terhadap kondisi kendaraan, perilaku pengemudi, serta potensi risiko operasional secara langsung.

"Transformasi ini bukan hanya tentang adopsi teknologi, tetapi bagaimana kami memastikan keselamatan dan presisi operasional secara konsisten di seluruh armada. Geotab menghadirkan platform yang selaras dengan nilai kami, terutama dalam hal presisi dan keselamatan. Bagi Aerotrans, Geotab bukan hanya sekedar produk, melainkan mitra strategis," ujar Direktur Aerotrans Kadek Bayu Temaja dalam keterangannya, Rabu (17/6/2026).

Melalui sistem ini, tim operasional kini memiliki visibilitas penuh. Mulai dari lokasi kendaraan, kondisi mesin, hingga perilaku berkendara seperti pengereman mendadak dan akselerasi agresif. Dalam industri aviasi, ketepatan waktu dan kesiapan awak merupakan faktor penting yang berdampak langsung pada keselamatan penerbangan.

Melalui teknologi geofencing dan pemetaan lokasi real-time, Aerotrans kini mampu memastikan proses penjemputan awak pesawat berlangsung lebih presisi dan minim risiko keterlambatan.

"Geofencing merupakan salah satu fitur unggulan Geotab. Fitur ini memungkinkan kami melacak kendaraan yang mendekati zona operasional penting seperti area bandara di Denpasar atau Soekarno-Hatta, sehingga kami memiliki visibilitas real-time atas posisi kendaraan secara presisi," ujar Kepala Pusat Pengendalian Operasi Transportasi (Control Center) Aerotrans Hermawan.

Pendekatan ini menegaskan bahwa keselamatan penerbangan tidak hanya bergantung pada teknologi di udara, tetapi juga pada sistem pendukung di darat yang semakin canggih dan terintegrasi. Aerotrans berencana mengintegrasikan Geotab secara lebih menyeluruh dengan sistem manajemen armada internal mereka.

Target Aerotrans di masa depan adalah mengembangkan integrasi yang lebih luas melalui sistem Transport Management System (TMS) untuk menciptakan ekosistem operasional yang terhubung secara menyeluruh.

Inisiatif ini turut mencakup penggunaan geofencing untuk mengidentifikasi kendaraan terdekat yang tersedia, meningkatkan akurasi pengiriman dan waktu respons, serta membangun ekosistem digital operasional yang lebih terintegrasi.

Langkah ini tidak hanya memperkuat operasional internal, tetapi juga membuka potensi pemanfaatan teknologi serupa untuk sektor transportasi lain, termasuk pariwisata dan logistik.

"Tujuan kami adalah membantu organisasi seperti Aerotrans memaksimalkan potensi armada mereka melalui data dan teknologi canggih. Dalam konteks operasional penerbangan, kemitraan ini menunjukkan bagaimana insight real-time dari platform Geotab dapat meningkatkan efisiensi, memperkuat keselamatan transportasi awak, serta mendukung operasional aviasi yang lebih andal dan berkelanjutan," ujar Associate Vice President Southeast Asia Geotab Ezanne Soh.



Simak Video "#Tanyadetikfinance Apa Aja Pelajaran dari Kecelakaan Maut Kereta di Bekasi?"

(akn/ega)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork