Beli BBM di Laos Antre 5 Jam, Isinya Setengah Tangki

Beli BBM di Laos Antre 5 Jam, Isinya Setengah Tangki

Dina Rayanti - detikOto
Kamis, 26 Mar 2026 15:19 WIB
Apa Itu BBM RON 90 dan RON 92? Ini Perbedaan serta Efeknya bagi Kendaraan
Ilustrasi BBM. Foto: prostooleh/Freepik
Jakarta -

Kelangkaan bahan bakar melanda Laos. Warga harus antre berjam-jam di SPBU untuk mendapatkan BBM setengah tangki.

Sejumlah negara di Asia Tenggara mulai melakukan pembatasan BBM terkait dengan penutupan Selat Hormuz oleh Iran. Suplai BBM jadi terganggu karena penutupan tersebut. Laos termasuk salah satu yang melakukan pembatasan karena BBM di sana mulai langka. SPBU di Laos dipadati antrean panjang warga setempat. Bahkan warga harus mengantre berjam-jam untuk bisa mendapatkan BBM.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dikutip South China Morning Post, warga sudah mengantre hingga berjam-jam, pengisian BBM hanya setengah tangki.

"Situasinya benar-benar parah di Luang Prabang. Sekarang hanya menerima pembayaran tunai, jadi sementara selama saya menunggu selama lima jam sehari, saya harus meminta istri saya untuk membawa uang tunai dan makanan agar bisa membayar BBM," kata seorang supir tur dari pusat pariwisata di Luang Prabang, Chantee Sipaseuth.

ADVERTISEMENT

Pemerintah Laos juga telah menerapkan sistem sekolah tiga hari dalam sepekan untuk mengurangi konsumsi bahan bakar yang sebagian besar diimpor dari Thailand. Negeri Gajah Putih itu sebelumnya sudah berjanji untuk terus memasok minyak ke Laos.

Sementara Thailand, memastikan masih memiliki cadangan bahan bakar untuk 100 hari ke depan. Angka tersebut dinilai cukup asalkan konflik antara AS-Israel vs Iran segera mereda. Di sisi lain, pemerintah Thailand masih menghabiskan puluhan juta dolar per hari untuk memberi subsidi harga bahan bakar sekaligus harga pupuk untuk melindungi petani. Sebab, dua komoditas tersebut sebagian besar dikirim melalui Selat Hormuz.

Perdana Menteri Anutin Charnvirakul memberi peringatan keras kepada para penimbun dan pelaku penimbunan, bahwa mereka akan disanksi berat jika kedapatan secara sengaja menaikkan harga bahan bakar. Sebenarnya, sejumlah SPBU di Thailand juga sudah mengalami kelangkaan pasokan.

Beberapa SPBU terpaksa tutup dan para nelayan yang terdampak terpaksa menambatkan perahu di dermaga karena tak mampu beli solar untuk melaut. Sementara seorang sopir taksi online di Bangkok mengungkap situasinya belakangan makin sulit di tengah BBM yang mulai langka.

"Saya harus merencanakan jauh-jauh hari agar bisa mengisi bahan bakar lebih awal sebelum antrean panjang dan saya terpaksa menolak banyak pesanan karena tidak sepadan untuk pergi jauh dengan ketidakpastian soal bahan bakar," urai Sakol Insangnoen.

"Beberapa pengemudi memilih berhenti karena Grab masih mengambil potongan dari penghasilan kami meskipun biaya operasional kami makin tinggi," tutur Sakol.




(dry/rgr)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads