Praktisi keselamatan berkendara turut mengomentari kendaraan taktis (rantis) yang digaspol menerobos massa demo hingga melindas driver ojek online (ojol). Driver ojol bernama Affan Kurniawan itu sampai meninggal dunia.
Dalam video yang beredar, rantis Brimob itu melaju kencang di tengah kerumunan massa. Tampak rantis tersebut menabrak seorang pengemudi ojek online dan melindasnya. Bukannya berhenti setelah menabrak orang, mobil rantis itu tetap melaju. Massa langsung mengerubungi rantis tersebut, bahkan ada yang sampai mengejarnya. Pengemudi ojek online yang ditabrak dan dilindas rantis Brimob itu meninggal dunia.
Praktisi keselamatan berkendara Sony Susmana mengomentari terkait berkendara rantis yang tidak bisa sembarangan. Apalagi, rantis itu punya spesifikasi khusus.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Yang pasti kendaraan rantis seperti Barracuda atau kendaraan lain yang dimodifikasi jadi rantis, itu speknya anti huru hara. Tahan hantaman bom, peluru, mampu melibas segala medan dan lain-lain. Sudah pasti punya bobot yang berat," kata Sony kepada detikOto, Jumat (29/8/2025).
Perlu diketahui, rantis yang menabrak dan melindas driver ojol itu diduga adalah rantis Rimueng. Rantis itu mengusung mesin 3.200 cc. Mengandalkan mesin besar, rantis tersebut tentu punya performa yang mumpuni. Di jalan perkotaan, mobil ini diklaim bisa melaju dengan kecepatan 100 km/jam. Rantis ini juga dapat bergerak di medan ekstrem. Tanjakan ekstrem dengan kemiringan hingga 60 derajat dapat ditaklukkan. Di medan ekstrem, rantis ini bisa melaju hingga 60 km/jam.
"Dengan spek tersebut, SOP escape dikemudikan harus dengan penuh perhitungan. Tidak main gaspol, toh full spec taktis dan blindspot-nya besar. Yang dihadapi juga harus dilihat, kan bukan musuh cuma rakyat. Kasarnya: senjata mereka cuma kayu, besi, helm yang boro-boro mematikan, ngerusak kendaraan rantis juga nggak," sebut Sony.
"Nah kapan kendaraan rantis tersebut digunakan, di mana digunakan dan gimana cara mengemudinya juga nggak bisa asal-asalan. Dengan bobot yang berat majunya aja butuh effort apalagi ngerem seketika. Jangan salah, kendaraan rantis ini didesain untuk menerobos segala rintangan," sebut Sony.
Sony menilai, pengemudi rantis yang gaspol, menabrak hingga melindas driver ojol itu tidak kompeten dalam berkendara. Massa disarankan untuk tetap berada di zona aman.
"Masukan bagi teman-teman pendemo atau ada masyarakat yang tidak terlibat tapi berada di zona demo (nonton), jaga jarak deh. Jangan jadi salah sasaran akibat kurang kompetennya anggota yang mengemudikan kendaraan rantis tersebut," pungkas Sony.
(rgr/din)
Komentar Terbanyak
Pajak Mobil Indonesia Dicap Paling Tinggi Sedunia
Bayangin Aja! Pajak Toyota Avanza Rp 150 Ribu, Nggak Ada Gesek 5 Tahun Sekali
RI Digusur Malaysia, Ini Sederet Dampak Buruk Penjualan Mobil Turun Terus