Emisi gas buang yang cukup mengkhawatirkan harus ditekan demi keberlangsungan hidup yang lebih sehat. Untuk mewujudkannya, setiap pabrikan otomotif diminta untuk melahirkan kendaraan yang ramah lingkungan.
"Untuk fuel cell, jadi kita baru mendengar dari PLN dan Pertamina ingin kerjasama dengan Toyota. Pastinya kita membuka selebar-lebarnya (kesempatan bekerjasama dengan siapapun). Karena sekali lagi kami tidak menutup hanya 1 teknologi, tapi kita ingin pelajari apapun teknologi itu untuk kepentingan menekan emisi," kata Direktur Marketing PT Toyota Astra Motor Anton Jimmi Suwandy belum lama ini.
"Tapi hidrogen yang hijau atau Hidrogen Green ya, saya rasa ini akan memberikan solusi. Fuel cell juga butuh infrastruktur juga, untuk itu akan kita pelajari semuanya tren-nya seperti apa, dan lain-lain," Anton menambahkan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
![]() |
Pada kesempatan yang sama, Anton juga menyampaikan ethanol dinilai juga bisa menjadi solusi.
"So far ethanol baru 5 persen, dan kayanya akan dikembangkan oleh pemerintah, ke depannya ethanol 10 juga tidak akan aneh saat diperkenalkan. Mungkin saat perkembangan lebih dari 10, itu butuh modifikasi-modifikasi, bagaimana ethanol bisa diproduksi, ini harus dipersiapkan dari hulu," ucap Anton.
"Kalau soal produk, kami sudah siap. Sekali lagi 'its time for everyone', jadi siapapun bisa berkontribusi menekan emisi gas buang, tidak hanya BEV, hybrid, tapi ada ethanol, fuelcell, segala macam teknologi kita gunakan," tutup Anton.
(lth/dry)
Komentar Terbanyak
Begini Pengakuan Polisi Sopir Rantis yang Lindas Affan Kurniawan
Pajak Mobil Indonesia Dicap Paling Tinggi Sedunia
Bayangin Aja! Pajak Toyota Avanza Rp 150 Ribu, Nggak Ada Gesek 5 Tahun Sekali