DKI Mau Terapkan Jalan Berbayar, Transportasi Umumnya Sudah Memadai?

ADVERTISEMENT

DKI Mau Terapkan Jalan Berbayar, Transportasi Umumnya Sudah Memadai?

Septian Farhan Nurhuda - detikOto
Sabtu, 21 Jan 2023 12:21 WIB
Penumpang kereta memadati Stasiun Tanah Abang, Jakarta, Sabtu (23/4/2022) sore. Padatnya penunpang diduga imbas dari banyaknya pengunjung Pasar Tanah Abang.
Bagimana kesiapan transportasi umum di tengah wacana penerapan ERP? Foto: Rifkianto Nugroho
Jakarta -

Pemerintah terus menggodok aturan mengenai jalan berbayar atau electronic road pricing (ERP) di wilayah DKI Jakarta. Penerapan jalan berbayar tersebut diharapkan mampu membuat masyarakat 'hijrah' dari kendaraan pribadi ke transportasi umum.

Meski demikian, wacana tersebut memicu polemik di tengah masyarakat. Tak sedikit dari mereka yang beranggapan, keputusan pemerintah 'memindahkan' pengguna kendaraan pribadi ke transportasi umum tak diikuti dengan pembenahan infrastruktur.

Sebab, saat ini kapasitas angkutan umum seperti kereta api dan bus dianggap masih belum memadai. Hal tersebut dikhawatirkan bisa menimbulkan penumpukan penumpang.

Sistem jalan berbayar atau electronic road pricing (ERP) di DKI Jakarta dibatalkan tahun ini. Yuk tengok lagi Jalan Rasuna Said yang akan menerapkan sistem ERP.ERP bakal diterapkan di Jakarta. Foto: Pradita Utama

Menariknya, Kepala Dinas Perhubungan atau Dishub, Syafrin Liputo memastikan, kualitas dan kapasitas transportasi umum di Jakarta akan terus ditingkatkan seiring dengan berlakunya aturan jalan berbayar.

"Dari sisi kapasitas dan kualitasnya, ini tentu terus ditingkatkan oleh pemerintah baik itu di dalam Jakarta maupun di wilayah Jabodetabek," ujar Syafrin, dikutip dari Antara, Sabtu (21/1/2023).

Menurut dia, apabila ERP diterapkan di ruas jalan tertentu maka diharapkan masyarakat beralih menggunakan transportasi umum. Untuk itu, pihaknya memastikan kapasitas dan kualitas angkutan umum terus diperbaiki misalnya dari sisi daya tampung hingga ketepatan waktu.

"Dengan menggunakan angkutan umum yang ada, saat ini kami bisa menjamin 30 menit atau satu jam kemudian bisa sampai," ungkapnya.

Petugas berjalan di jalur integrasi menuju halte TransJakarta, Jatinegara, Jakarta Timur, Rabu (4/1/2023). PT TransJakarta mengoperasikan Halte TranJakarta 2 yang berintegrasi dengan Stasiun Kereta Api Jatinegara untuk mempermudah penumpang berpindah setelah menggunakan moda bus menuju kereta api ataupun sebaliknya. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/hp.Kesiapan transportasi umum di tengah wacana penerapan ERP. Foto: ANTARA FOTO/M RISYAL HIDAYAT

Dia menggambarkan, transportasi umum TransJakarta, MRT, LRT Jakarta dan Kereta Rel Listrik (KRL) terdapat sterilisasi koridor sehingga memuluskan jalur transportasi umum.

Bukan hanya itu, Pemerintah Pusat rencananya juga siap mengoperasikan LRT Jabodebek pada Juli 2023. Adapun rute yang dilalui LRT Jabodebek itu sebagian di antaranya berada pada jalur yang bakal diterapkan ERP.

"Rencana pada tahun ini akan dioperasionalkan LRT Jabodebek mulai dari Cibubur menuju Dukuh Atas, begitu pula dari kawasan Bekasi Timur ke Dukuh atas," kata dia.

Berdasarkan data Dishub DKI, kapasitas TransJakarta saat ini mencapai sekira 1,2 juta penumpang per hari dengan kekuatan armada 4.700 unit. Pihaknya memproyeksikan kapasitas TransJakarta akan ditingkatkan pada 2024 mencapai 1,5 juta penumpang dengan armada 6.960 unit melalui penambahan koridor dari 13 menjadi 15 koridor BRT (dengan halte) yakni Senen-JIS dan Pulo Gebang-JIS.

Para penumpang MRT Jakarta menggunakan moda transportasi umum tersebut dengan menjaga jarak sosial dari tanda silang yang dibuat oleh pengelola, di Jakarta, Jumat (20/3/2020). MRT Jakarta membuat tanda silang sebagai kursi yang tidak perlu diduduki di kursi kereta atau di peron ruang tunggu untuk membuat jarak sosial (social distancing) seperti yang disarankan pemerintah. Social Distancing untuk mencegah penyebaran virus Corona.MRT Jakarta. Foto: Ari Saputra

Kemudian, MRT Jakarta yang sekarang kapasitasnya 173 ribu penumpang per hari akan ditingkatkan pada 2024 menjadi 260 ribu penumpang. Itu didukung dengan penyelesaian MRT Fase 2A.

Sementara LRT Jakarta yang saat ini hanya memiliki kapasitas 18 ribu penumpang per hari diharapkan bisa naik menjadi 145 ribu per hari. Lalu LRT Jabodebek melalui 18 stasiunnya ditargetkan mengangkut 730 ribu penumpang sehari.



Simak Video "Anggota DPRD Fraksi PDIP Tolak Rencana ERP di Jalan Ibu Kota"
[Gambas:Video 20detik]
(sfn/lth)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT