Kenalkan Ini B-21 Raider, Pesawat Pengebom Generasi Keenam AS

ADVERTISEMENT

Kenalkan Ini B-21 Raider, Pesawat Pengebom Generasi Keenam AS

Luthfi Anshori - detikOto
Rabu, 07 Des 2022 14:13 WIB
Pesawat pengebom B-21 Raider
Pesawat pengebom generasi keenam B-21 Raider. Foto: Northrop Grumman
Jakarta -

Pesawat pengebom generasi keenam hasil kolaborasi perusahaan Northrop Grumman dan Angkatan Udara AS resmi diperkenalkan ke publik. Dinamakan B-21 Raider, pesawat ini menjadi penerus pesawat pengebom B-2 Spirit.

"Tim Northrop Grumman mengembangkan dan memberikan teknologi yang memajukan ilmu pengetahuan, melihat ke masa depan dan membawanya ke sini, saat ini," ungkap Ketua, Chief Executive Officer dan Presiden Northrop Grumman, Kathy Warden, seperti dikutip dari laman resmi Northrop Grumman.

Dijelaskan bahwa B-21 Raider merupakan tulang punggung kekuatan udara AS di masa depan. Pesawat berdesain stealth alias siluman ini diklaim memiliki sistem kuat dengan kemampuan dan fleksibilitas melalui integrasi data, sensor, dan senjata yang canggih.

"B-21 Raider adalah bukti keunggulan abadi Amerika dalam kecerdikan dan inovasi. Dan itu adalah bukti komitmen jangka panjang departemen untuk membangun kemampuan canggih yang akan membentengi kemampuan Amerika untuk mencegah agresi, saat ini, dan di masa depan," kata Menteri Pertahanan AS, Lloyd J. Austin III.

Dengan B-21 Raider, Angkatan Udara AS disebut-sebut akan dapat mencegah atau mengalahkan ancaman di mana pun di dunia ini. Oleh sebab itu, spesifikasi teknis pesawat tersebut sangat dirahasiakan, baik mesin maupun persenjataan yang digotongnya.

Sekadar informasi, pesawat pengebom itu dinamakan B-21 Raider karena untuk menghormati Serangan Doolittle pada Perang Dunia II, di mana saat itu ada 80 orang, dipimpin Letnan Kolonel James "Jimmy" Doolittle, dan 16 pembom menengah B-25 Mitchell berangkat dalam misi yang mengubah arah Perang Dunia II.

Sementara itu, Northrop Grumman adalah perusahaan teknologi yang fokus pada keamanan global, memajukan, dan melindungi kepentingan AS dan sekutunya. Perusahaan ini memiliki sekitar 90.000 karyawan.



Simak Video "Korban Pesawat Tempur Rusia Jatuh di Permukiman Bertambah"
[Gambas:Video 20detik]
(lua/dry)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT