Banyak Pemotor Lepas Pelat Biar Lolos Tilang Elektronik, Ini Ancaman Hukumannya

ADVERTISEMENT

Banyak Pemotor Lepas Pelat Biar Lolos Tilang Elektronik, Ini Ancaman Hukumannya

Dina Rayanti - detikOto
Sabtu, 05 Nov 2022 06:10 WIB
Pemotor di Kota Probolinggo diberi teguran karena melanggar lalu lintas
Berkendara tanpa pelat nomor merupakan suatu pelanggaran. Foto: M Rofiq/detikJatim
Jakarta -

Fenomena melepas pelat nomor supaya tak terkena tilang elektronik terjadi di Probolinggo. Di tengah larangan tilang manual, bukannya makin patuh pemotor di Probolinggo justru melakukan tindakan nyeleneh dengan melepas pelat nomor.

Tujuannya, kalau tertangkap kamera elektronik saat melanggar tidak akan dikenakan tilang lantaran sulit bagi polisi melacak identitas pelanggar lewat pelat nomor tersebut. Tanpa disadari, mengendarai kendaraan tanpa pelat nomor sudah merupakan tindakan melanggar.

"Fenomena itu merupakan pelanggaran lalu lintas, dapat dikenakan pasal 280. Petugas bisa saja menyita motornya sampai ada putusan dari pengadilan," ungkap pemerhati Masalah Transportasi dan Hukum Budiyanto kepada detikcom, Kamis (3/11/2022).

Dalam Undang-undang nomor 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan pasal 68 disebutkan bahwa setiap kendaraan bermotor harus dilengkapi dengan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) dan Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB). TNKB yang dimaksud adalah pelat nomor karena harus memuat kode wilayah, nomor registrasi, dan masa berlaku.

"Setiap kendaraan bermotor yang dioperasikan di jalan wajib dilengkapi dengan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) dan Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB)," begitu punyi pasal 68 ayat 1.

Maka jelas, dengan melepas pelat nomor pengendara itu melanggar aturan yang ditetapkan. Adapun bagi yang melanggar seperti disebutkan Budiyanto, terancam dikenakan pasal 280.

Disebutkan dalam pasal tersebut, setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor di jalan yang tidak dipasangi Tanda Nomor Kendaraan Bermotor yang ditetapkan oleh Kepolisian Negara Republik Indonesia sebagaimana dimaksud dalam pasal 68 ayat (1) dipidana dengan pidana kurungan paling lama 2 bulan atau denda paling banyak Rp 500 ribu.

Di lain pihak, Kasat Lantas Polres Probolinggo AKP Roni Faslah mengatakan bahwa pihaknya tetap mengawasi sekaligus melakukan cek fisik kendaraan bila ditemukan pemotor yang nekat lepas pelat nomor tersebut.

Dikhawatirkan motor yang dikendarai bisa saja merupakan hasil tindakan kriminal. Apabila kendaraan terdaftar di Samsat maka polisi hanya akan memberikan teguran tertulis karena sudah tidak bisa menilang pelanggar.

"Kami terus berupaya menyadarkan masyarakat agar bisa tertib berlalu lintas. Semua anggota setiap hari melakukan hunting jelang resmi pemberlakuan tilang Etle di wilayah hukum Polres Probolinggo Kota. Kami hanya bisa melakukan edukasi secara preemtif dan preventif setelah keluar TR larangan tilang," katanya dikutip detikJateng.



Simak Video "Beragam Pendapat Masyarakat soal Dihapuskannya Tilang Manual"
[Gambas:Video 20detik]
(dry/din)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT