Gibran Tolak Mobil Listrik, Pilih Pakai Innova

ADVERTISEMENT

Gibran Tolak Mobil Listrik, Pilih Pakai Innova

Dina Rayanti - detikOto
Rabu, 02 Nov 2022 06:03 WIB
Wali Kota Solo Gibran Rakabuming ditemui di Balai Kota Solo, Kamis (27/10/2022).
Gibran lebih memilih pakai Innova ketimbang kendaraan listrik. (Foto: Tara Wahyu NV/detikJateng)
Jakarta -

Wali Kota Solo Gibran Rakabumin Raka menolak menggunakan mobil listrik sebagai kendaraan dinas. Dia memilih tetap memakai kendaraan dinasnya saat ini, yakni Toyota Innova.

Dikatakan Gibran, anggaran mobil listrik untuk kendaraan dinas Wali Kota dan Wakil Wali Kota Solo tahun pun sudah dihapus. Bagi Gibran, mobil dinasnya saat ini Kijang Innova sudah cukup untuk menemaninya bertugas.

"Seng tak hapus malah (anggaran) Wali Kota dan Wakil Wali Kota kita hapus untuk mobil listrik. Timbange tuku mobil mending bangun pasar (daripada beli mobil mending buat membangun pasar)," kata Gibran dikutip detikJateng.

Mobil dinas Gibran Rakabuming Raka Innova putih, Solo, Sabtu (27/2/2021).Mobil dinas Gibran Rakabuming Raka Innova putih. Foto: Bayu Ardi Isnanto/detikcom

Menurut anak sulung Presiden Joko Widodo itu, harga mobil listrik di Indonesia masih terbilang mahal. Ia berpendapat, uang itu sebaiknya digunakan untuk pembangunan kota Solo ketimbang membeli kendaraan listrik.

Harga mobil listrik di Indonesia saat ini termurah dijual mulai Rp 238 juta lewat Wuling Air Ev. Di luar itu, mobil listrik seperti Hyundai Ioniq 5, Nissan Leaf, Lexus UX300e, hingga BMW iX harganya sudah Rp 700 juta ke atas.

Hyundai Ioniq 5 misalnya dibanderol termurah Rp 748 juta, kemudian Nissan Leaf mulai Rp 728 juta, hingga BMW iX Rp 2,2 miliaran.

"Nek menurutku luwih pernak dinggo bangun pasar (kalau menurutku lebih enak dipakai membangun pasar), bangun kelurahan, bangun taman cerdas. Mobil listrik ya mahal, yang paling murah Rp 800 juta mending buat bangun pasar," ungkap Gibran.

Sekadar informasi, penggunaan mobil listrik untuk kendaraan dinas pemerintah pusat dan daerah merupakan arahan langsung dari Presiden Joko Widodo lewat Instruksi Presiden No. 7 Tahun 2022 tentang Penggunaan Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (Battery Electric Vehicle) sebagai Kendaraan Dinas Operasional dan/atau Kendaraan Perorangan Dinas Instansi Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah.

Adapun peralihan penggunaan kendaraan listrik sebagai kendaraan dinas tidak harus beli baru. Penggunaan kendaraan dinas bertenaga listrik dapat dilakukan melalui skema pembelian, sewa, dan/atau konversi kendaraan bermotor bakar menjadi kendaraan bermotor listrik berbasis baterai.



Simak Video "Ini Momen Anies dan Gibran Sarapan Bareng di Solo"
[Gambas:Video 20detik]
(dry/din)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT