Duh! Masih Banyak Sopir Truk yang Tak Paham Sistem Rem

ADVERTISEMENT

Duh! Masih Banyak Sopir Truk yang Tak Paham Sistem Rem

Tim detikcom - detikOto
Kamis, 20 Okt 2022 18:12 WIB
Warga melihat lokasi tempat kejadian kecelakaan sebuah truk kontainer yang menabrak halte bus di depan SDN Kota Baru II dan III di Jalan Sultan Agung, Bekasi, Jawa Barat, Rabu (31/8/2022). Menurut keterangan kepolisian, dalam kecelakaan yang diduga diakibatkan rem blong tersebut telah menyebabkan 10 orang meninggal dunia, tujuh diantaranya anak-anak sekolah serta 30 orang lainnya luka-luka. ANTARA FOTO/Fakhri Hermansyah/wsj.
Kecelakaan truk rem blong (Foto: ANTARA FOTO/Fakhri Hermansyah)
Jakarta -

Masih banyak terjadi kecelakaan maut yang diakibatkan oleh truk rem blong. Ternyata, banyak juga sopir truk di Indonesia yang kurang paham mengenai sistem pengereman pada kendaraan besar.

Menurut praktisi keselamatan berkendara yang juga founder dan instruktur Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC), Jusri Pulubuhu, sistem pengereman pada kendaraan besar seperti truk dan bus tidak sama dengan mobil-mobil kecil. Pengemudi truk atau bus tidak semestinya terlalu sering menggunakan service brake atau rem kaki.

"Permasalahannya, pengemudi truk di sini kan nggak ada pengetahuan, mereka punya SIM nggak dapat pengetahuan. Kedua, dia mungkin grade up naik dari truk-truk kecil ke truk-truk besar yang menggunakan full air brake. Sehingga dia tidak punya pengetahuan," ujar Jusri kepada detikcom, Rabu (19/10/2022).

Bahkan, dia bilang, sistem pengereman pada kendaraan besar paling sulit dan paling bahaya. Itu ia alami saat mengikuti pelatihan berkendara truk di Amerika Serikat.

"Jadi kita mempelajari suplai air brake system. Bagaimana cara bekerjanya service brake, exhaust brake, retarder sampai parking brake, atau emergency brake, trailer brakenya. Banyak banget itu. Pemahaman air brake supply itu merupakan suatu kewajiban sertifikasi pengemudi truk (di beberapa negara maju). Kita nggak ada. Artinya pengetahuan kita nggak ada, skill ada, pengetahuan kita nggak ada," jelas Jusri.

Intinya, menurut Jusri, pengemudi truk tidak harus selalu mengandalkan rem kaki. Manfaatkan juga pengereman lain yang membantu mengurangi kecepatan.

"Karena kalau kita menggunakan rem kaki pertama rem panas yg menyebabkan kemampuan rem berkurang. Kedua gagal pengereman karena rem angin tadi yang kurang atau seal-seal-nya pecah karena panas. Jadi harus menggunakan engine brake atau exhausted brake," sebutnya.

Dia mencontohkan, kejadian truk rem blong bukan disebabkan oleh sistem air brake yang kekurangan angin. Namun, rem blong kebanyakan terjadi karena sepatu rem terbakar karena sopir terlalu sering melakukan service brake.

"Rem blong di truk melulu karena rem terbakar karena panas yang berlebih di konstruksi rem (tromol) akibat service brake sering digunakan," katanya.

Selain itu, Jusri menegaskan dengan bobot kendaraan dan muatannya yang berat, sistem pengereman full air brake menjadi keharusan bagi angkutan barang dan penumpang. Penggunaan sistem itu juga harus dibekali dengan kemampuan pengemudi.

"Ini harus dibekali dengan seorang driver yang memiliki pengetahuan tentang safe braking dan tidak hanya sekadar dengan keterampilan," ucapnya.



Simak Video "Terekam CCTV, Truk Tabrak 4 Kendaraan di Jombang dan Tewaskan 1 Orang!"
[Gambas:Video 20detik]
(rgr/din)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT