Bayar Tol Tanpa Setop Pakai Aplikasi, Keluar Rumah Bisa Langsung Diaktifkan

ADVERTISEMENT

Bayar Tol Tanpa Setop Pakai Aplikasi, Keluar Rumah Bisa Langsung Diaktifkan

Tim detikcom - detikOto
Rabu, 12 Okt 2022 18:21 WIB
Kendaraan mengantre di Gerbang Tol Kalihurip Utama (kalitama) arah Bandung, Karawang, Minggu (2/1/2022).
Sistem bayar tol tanpa setop akan diuji coba mulai tahun depan (Foto: Dian Firmansyah/detikcom)
Jakarta -

Sistem transaksi tol tanpa harus berhenti dan membuka kaca akan diterapkan di Indonesia. Sistem yang disebut Multi Lane Free Flow (MLFF) itu akan diujicoba mulai 2023.

"Teknologi ini nantinya menjadi teknologi pertama yang mengakomodasi teknologi Global Navigation Satelit System (GNSS) untuk digunakan pada kendaraan pribadi," ujar Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian PUPR Danang Parikesit dikutip situs BPJT.

Nantinya, transaksi tol akan menggunakan aplikasi CANTAS yang diinstall di smartphone. Pengguna juga perlu melakukan registrasi kendaraan beserta data diri serta melakukan pilihan pembayaran pada aplikasi tersebut.

Project Manager PT Roatex Indonesia Toll System (RITS) Emil Iskandar mengatakan, cara kerja MLFF nantinya setiap pengguna tol yang masuk, harus mengaktifkan Electronic On-Board Unit atau dikenal dengan E-OBU. Setelah E-OBU aktif, GPS akan menentukan posisi pengguna berdasarkan satelit yang kemudian proses pencocokan peta akan terjadi di pusat sistem.

"Jadi saat keluar rumah, pengguna jalan tol sudah bisa langsung mengaktifkan aplikasi CANTAS, tidak perlu di depan gerbang tol," jelasnya.

Dia bilang, teknologi GNSS meniadakan barrier di gerbang tol dan memastikan semua pergerakan di jalan tol terdeteksi. Pengguna wajib memastikan saldo tersedia di aplikasi sebelum memasuki gerbang tol.

"Nanti aplikasi akan mengirimkan notifikasi jika ada pengguna yang masuk namun saldo tidak mencukupi," ujar Emil.

"Selain itu, kita juga menjalin kerja sama dengan Korlantas Polri jadi jika ada pengguna masuk namun belum memiliki aplikasi, maka Korlantas akan mengirimkan peringatan. Walaupun barrier sudah tidak ada, tapi tetap dalam pengawasan bagi pengendara yang melanggar," pungkasnya.

Sistem MLFF ini menggunakan teknologi Global Navigation Satellite System (GNSS) dan melakukan transaksi melalui aplikasi di smartphone. Selanjutnya GPS akan menentukan lokasi yang didetrminasi oleh satelit dan proses map-matching akan berjalan di central system. Saat kendaraan keluar tol dan proses map-matching berakhir, sistem akan melakukan kalkulasi tarif.



Simak Video "Kepala BPJT: 2024 Tak Ada Lagi Gerbang Tol di Indonesia!"
[Gambas:Video 20detik]
(rgr/din)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT