Beberapa armada Perusahaan Otobus (PO) asal Sumatra menggunakan terali besi di bagian kaca depannya untuk menghindari aksi pelemparan batu dari pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Pertanyaannya, mengapa masih ada aksi kriminal seperti itu di jalur lintas Sumatra?
PO-PO asal Sumatra seperti Sempati Star dan NPM menggunakan tameng kaca berupa terali besi untuk melindungi bagian kaca depan bus dari lemparan benda-benda berbahaya seperti batu. Kejahatan seperti itu memang masih terjadi di jalur lintas Sumatra, meski saat ini kasusnya sudah menurun.
"Tidak ada yang aman soal (pelemparan batu di jalur Sumatra) itu, tapi saat ini alhamdulillah sudah relatif menurun," kata Direktur Utama PT SAN Putra Sejahtera (PO SAN) Kurnia Lesani Adnan di Busworld Southeast 2022, JIExpo Kemayoran, Jakarta (6/10/2022).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lanjut Sani mengatakan, beberapa pelaku pelempar batu melakukan aksi itu murni hanya karena iseng. Misalnya, seperti anak-anak kecil yang bertaruh dengan sesama kawannya.
"Saya tidak bilang ini sebuah tindak kejahatan, karena beberapa kali PO SAN dilempar batu, kita kejar (pelakunya) dapat dan itu ternyata pelakunya anak kecil. Jadi ada beberapa (pelaku) yang sebenarnya hanya iseng," tambah dia.
"Tapi ada sebagian kecil yang (memang) alasannya kriminal, kejahatan. Sebenarnya mereka juga nggak ada niat merampok, tapi kayak nongkrong, terus 'minum' bareng, mabok, akhirnya nyari adrenalin (dengan cara melempari kendaraan dengan batu)," bilang Sani.
PO SAN sendiri tidak melengkapi armada busnya dengan perlindungan terali besi. Karena selain mengganggu estetika, hal itu akan membuat penumpang tidak nyaman.
"Soal itu, kita kembalikan ke yang maha kuasa saja. Jadi kalau misalnya ada (kejadian kaca dilempar batu) itu, amal (baik) kita kurang," bilang Sani yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Pengusaha Otobus Muda Indonesia atau IPOMI.
(lua/din)
Komentar Terbanyak
Pajak Mobil Indonesia Dicap Paling Tinggi Sedunia
Bayangin Aja! Pajak Toyota Avanza Rp 150 Ribu, Nggak Ada Gesek 5 Tahun Sekali
RI Digusur Malaysia, Ini Sederet Dampak Buruk Penjualan Mobil Turun Terus