ADVERTISEMENT

Bayar Tol Tanpa Berhenti Mulai Akhir Tahun Ini, Begini Cara Kerjanya

Tim detikcom - detikOto
Selasa, 27 Sep 2022 07:10 WIB
Pemudik terjebak kemacetan di KM 57 Tol Jakarta Cikampek, Karawang, Jawa Barat, Jumat (6/5/2022). Meski polisi memberlakukan one way kemacetan terjadi selepas gerbang tol Cikampek Utama hingga Km 47 untuk jalur on way sebalah kiri. Untuk jalur one way sebelah kanan arah  Jakarta terlihat lancar kendaraan dapat memacu kecepatan hingga 80 km/jam. Foto diambil Pukul 15.10 WIB.
Foto: Indonesia akan menerapkan sistem bayar tol tanpa berhenti (Agung Pambudhy/detikcom)
Jakarta -

Sistem transaksi tol tanpa harus berhenti diharapkan mulai diterapkan akhir tahun ini dan semakin masif tahun depan. Bagaimana cara kerjanya?

Akun instagram Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) membagikan informasi penting mengenai sistem bayar tol tanpa berhenti. Sistem ini disebut multi lane free flow atau MLFF.

"MLFF adalah sistem pembayaran tol yang dilakukan pada saat kendaraan sedang melaju. Hal ini berarti tidak ada lagi transaksi di pintu tol sehingga dapat mempersingkat waktu perjalanan. Sistem ini menggunakan teknologi Sistem Satelit Navigasi Global (GNSS) yang memindahkan metode transaksi tol yang sebelumnya berbasis Chip menjadi pembayaran berbasis akun dan server," tulis BPJT dalam akun instagramnya dikutip Senin (26/9/2022).

[Gambas:Instagram]

Nantinya, transaksi tol tanpa berhenti ini akan mengandalkan aplikasi dari ponsel yang dibawa pengemudi. Cara kerjanya, sistem pusat akan membaca lokasi kendaraan melalui aplikasi tersebut.

"Pengguna jalan nantinya cukup mendownload aplikasi pada perangkat/smartphone untuk dapat melakukan pembayaran tol. Saat akan memulai perjalanan, pengguna diminta melakukan aktivasi aplikasi pada perangkat dengan menekan tombol mulai. Ponsel pengguna akan mengirimkan sinyal GPS ke Sistem pusat MLFF, dan GPS akan mendeteksi lokasi kendaraan serta memotong saldo secara otomatis," sebutnya.

Pertama, pengguna jalan tol harus mengaktivasi E-OBU atau Electronic On Board Unit pada aplikasi untuk melakukan deklarasi perjalanan. Selanjutnya, E-OBU aktif, GPS akan menentukan posisi yang dideterminasi oleh satelit dan proses map matching akan berjalan di sistem pusat. Ketika keluar tol, perjalanan berakhir, proses map matching berakhir kemudian kalkulasi tarif. Saldo akan terpotong otomatis.

"Saat ini, Kementerian PUPR melalui Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) telah memulai konstruksi transaksi tol menuju sistem Multi Lane Free Flow atau MLFF," sebut BPJT.

Menurutnya, penggunaan sistem transaksi tol tanpa berhenti ini mempersingkat waktu transaksi. Jika dengan uang elektronik transaksinya berkurang dari 10 detik menjadi 4 detik, dengan teknologi transaksi nirsentuh pengguna tol tidak perlu berhenti di gerbang tol, apalagi mengantre saat melakukan pembayaran.

"ehingga, penggunaan MLFF bisa menghilangkan waktu antrian menjadi nol detik. Manfaat lain adalah efisiensi biaya operasi dan juga meminimalisir bahan bakar kendaraan," kata BPJT.



Simak Video "Kepala BPJT: 2024 Tak Ada Lagi Gerbang Tol di Indonesia!"
[Gambas:Video 20detik]
(rgr/din)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT