Nggak Bayar saat Transaksi Tol Tanpa Kartu Berlaku, Bakal Kena Denda Gede!

Rangga Rahadiansyah - detikOto
Minggu, 22 Mei 2022 17:02 WIB
Bayar Tol Tanpa Setop
Foto: Bayar Tol Tanpa Setop (M Fakhri Aprizal/Tim Infografis)
Jakarta -

Saat sistem transaksi tol tanpa setop berlaku di Indonesia, gerbang tol secara bertahap bakal dihilangkan. Transaksi tol akan memanfaatkan aplikasi di ponsel. Namun, ada kekhawatiran pengguna jalan tol tidak membayar saat transaksi tanpa kartu ini berlaku.

Musfihin Dahlan, Chief Representative Roatex yang menggarap proyek multi lane free flow (MLFF) atau transaksi tol tanpa berhenti ini mengatakan, pihaknya akan mengantisipasi kemungkinan pengguna jalan tol yang tidak membayar. Penindakan bakal bekrja sama dengan kepolisian.

"Sanksi pembayaran jalan tol ini masuk ke ranah bukan pidana/perdata, ini masuk ke administratif. Sanksinya masuk ke PNBP (penerimaan negara bukan pajak), PNBP Kementerian PUPR. Jadi tidak masuk ke PNBP Kejaksaan seperti (proses tilang) sekarang ini. Dan itu sudah diundangkan, tinggal bagaimana peraturan turunannya," ujar Musfihin dalam FGD INSTRAN dengan tema 'Penerapan Denda dalam Implementasi MLFF' yang digelar secara virtual, Jumat (20/5/2022).

Menurutnya, suksesnya sistem MLFF ini sangat tergantung dengan penindakan. Perlu ada penindakan yang menimbulkan efek jera supaya orang tidak mencoba-coba melanggar tidak membayar tol.

"Di Hungaria itu kena denda 380 kali dari tarif (jika tidak bayar tol). Jadi orang berpikir. Kalau di Rusia itu lebih gila lagi 1.080 kali dari tarif. Di Slovakia itu 400 kali. Artinya memang ada kemudahan, ada kewajiban untuk mematuhi peraturan untuk tertib. Saya percaya bangsa kita ini bisa tertib," ucapnya.

Namun, Emil Iskandar, perwakilan dari PT Roatex Indonesia Toll System (RITS) menyebut denda yang dikenakan di Indonesia tidak sebesar yang diterapkan di Indonesia. Hingga kini, besaran dendanya memang belum ditetapkan. Yang penting, menurutnya, denda tersebut akan membuat orang tetap membayar transaksi tol.

"Di kita nggak akan sampai seperti itu (denda lebih dari 100 kali tarif jalan tol). Karena tujuan denda tujuannya untuk mencegah, bukan untuk diterapkan. Dengan dendanya itu, bagaimana orang yang tadinya berniat melakukan pelanggaran, berpikir dua kali untuk melakukan pembayaran," sebut Emil.



Simak Video "Kepala BPJT: 2024 Tak Ada Lagi Gerbang Tol di Indonesia!"
[Gambas:Video 20detik]
(rgr/mhg)