Sri Mulyani Ungkap 2 Alasan Utama Mengapa Harga BBM Harus Naik!

ADVERTISEMENT

Sri Mulyani Ungkap 2 Alasan Utama Mengapa Harga BBM Harus Naik!

Septian Farhan Nurhuda - detikOto
Sabtu, 03 Sep 2022 16:39 WIB
Petugas mengganti papan harga SPBU jelang kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) di Jakarta, Sabtu (3/9/2022). Presiden Joko Widodo mengumumkan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite dari Rp 7.650 per liter menjadi Rp 10.000 per liter, solar dari Rp 5.150 per liter menjadi Rp 6.800 per liter serta Pertamax dari Rp 12.500 menjadi Rp 14.500 per liter yang mulai berlaku pada Sabtu (3/9/2022) pukul 14.30. ANTARA FOTO/Galih Pradipta/rwa.
Foto: ANTARA FOTO/GALIH PRADIPTA
Jakarta -

Menteri Keuangan atau Menkeu Sri Mulyani mengungkap dua alasan utama mengapa pemerintah mantap menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) di Indonesia. Salah satunya, kata dia, lantaran BBM subsidi banyak digunakan orang-orang yang justru mampu.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, harga BBM subsidi dan non subsidi resmi naik per 3 September 2022. Kini, harga Pertalite Rp 10 ribu/liter, Pertamax Rp 14.500/liter, dan Solar Rp 6.800/liter.

Sri Mulyani pun mengurai dua alasan utama mengapa harga Pertalite-Pertamax harus segera naik. Pertama, anggaran subsidi dan kompensasi BBM 2022 telah meningkat tiga kali lipat dari Rp 152,5 triliun menjadi Rp 502,4 triliun. Menurutnya, angka tersebut akan meningkat terus menerus.

Menurut Sri Mulyani pemerintah telah berupaya sekuat tenaga melindungi rakyat dari gejolak harga minyak dunia. Bahkan Sri Mulyani mengaku sebenarnya ingin harga BBM terjangkau dengan harga yang disubsidi.

"Saya sebetulnya ingin harga BBM dalam negeri tetap terjangkau dengan memberikan subsidi dari APBN tapi anggaran subsidi dan kompensasi BBM 2022 telah meningkat 3x lipat dari Rp 152,5 triliun menjadi Rp 502,4 triliun dan itu akan meningkat terus," ujar Sri Mulyani seperti diberitakan detikFinance, Sabtu 3 September 2022.

Petugas mengganti papan harga SPBU jelang kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) di Jakarta, Sabtu (3/9/2022). Presiden Joko Widodo mengumumkan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite dari Rp 7.650 per liter menjadi Rp 10.000 per liter, solar dari Rp 5.150 per liter menjadi Rp 6.800 per liter serta Pertamax dari Rp 12.500 menjadi Rp 14.500 per liter yang mulai berlaku pada Sabtu (3/9/2022) pukul 14.30. ANTARA FOTO/Galih Pradipta/rwa.Petugas mengganti papan harga SPBU jelang kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) di Jakarta, Sabtu (3/9/2022). Presiden Joko Widodo mengumumkan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite dari Rp 7.650 per liter menjadi Rp 10.000 per liter, solar dari Rp 5.150 per liter menjadi Rp 6.800 per liter serta Pertamax dari Rp 12.500 menjadi Rp 14.500 per liter yang mulai berlaku pada Sabtu (3/9/2022) pukul 14.30. ANTARA FOTO/Galih Pradipta/rwa. Foto: ANTARA FOTO/GALIH PRADIPTA

Sementara alasan kedua, kata Sri Mulyani, lantaran 70 persen BBM subsidi justru dinikmati kalangan mampu seperti pemilik mobil priadi. Hal tersebut tentu menjadi beban, lantaran uang negara seharusnya diprioritaskan untuk kalangan yang tak mampu.

"Saat ini pemerintah harus membuat keputusan dalam situasi sulit," kata Sri Mulyani.

Berikut daftar harga Pertalite-Pertamax dari waktu ke waktu

Maret 2016

Pertalite Rp 7.750 per liter

Pertamax Rp 8.650 per liter

Maret 2017

Pertalite Rp 7.440 per liter

Pertamax Rp 8.150 per liter

Maret 2018

Pertalite Rp 7.800 per liter

Pertamax Rp 8.900 per liter

Maret 2019

Pertalite Rp 7.650 per liter

Pertamax Rp 9.850 per liter

Maret 2021

Pertalite Rp 7.650 per liter

Pertamax Rp 9.000 per liter

April 2022

Pertalite Rp 7.650 per liter

Pertamax Rp 12.500 per liter

September 2022 (sekarang)

Pertalite Rp 10.000 per liter

Pertamax Rp 14.500 per liter

Simak Video 'Harga BBM Naik Saat Harga Minyak Dunia Turun, Kok Bisa?':

[Gambas:Video 20detik]



(lth/din)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT