Harga Pertamax Turbo Turun, Ada yang Jual Rp 15.900 sampai Rp 16.650, Kok Bisa Beda?

ADVERTISEMENT

Harga Pertamax Turbo Turun, Ada yang Jual Rp 15.900 sampai Rp 16.650, Kok Bisa Beda?

Tim detikcom - detikOto
Jumat, 02 Sep 2022 07:15 WIB
PT Pertamina (Persero) menaikan harga dua produk bahan bakar minyak (BBM) non subsidi per 18 September 2021. Dua produk tersebut berupa Pertamax Turbo RON 98 dan Pertamina Dex.
Harga Pertamax Turbo dan BBM nonsubsidi lainnya mengalami penurunan, kecuali Pertamax.Foto: Rifkianto Nugroho
Jakarta -

Harga Bahan Bakar Minyak (BBM) nonsubsidi jenis Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex mengalami penurunan sejak 1 September. Sebagai BBM nonsubsidi, harga ketiganya mengacu pada harga minyak dunia.

Pertamax Turbo dijual dengan harga Rp 15.900 per liter sampai Rp 16.600 per liter. Kemudian Dexlite harganya mulai Rp 17.100 per liter sampai dengan Rp 17.800 per liter.

Sementara Pertamina Dex dibanderol Rp 17.400 per liter sampai 18.100 per liter. Harga Pertamax yang tidak mengalami ubahan pun dijual dengan banderol harga berbeda di beberapa wilayah.

Misalnya di Jakarta harga Pertamax dijual Rp 12.500 per liter namun di Bengkulu dijual Rp 13.000 per liter. Kalau diperhatikan, harga tersebut berbeda-beda tergantung wilayah penjualan. Kok bisa ya?

Mengutip laman MyPertamina, penetapan harga berbeda tergantung wilayah itu bukan tanpa alasan. Perlu diketahui, penetapan harga itu juga sudah mempertimbangkan biaya pengangkutan ke daerah konsumen.

Selain itu, besarnya pajak juga mempengaruhi penetapan harga. Untuk wilayah DKI Jakarta atau daerah dengan besaran Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) 5%. Misalnya, produk jenis bensin (gasoline) Pertamax Turbo disesuaikan menjadi Rp 15.900 per liter dari sebelumnya Rp 17.900 per liter. Sedangkan untuk produk jenis solar (gasoil) yakni Dexlite, disesuaikan menjadi Rp 17.100 per liter dari yang sebelumnya di angka Rp 17.800 per liter.

"Harga baru BBM per 1 September 2022 yang berlaku di beberapa daerah bisa berbeda karena dipengaruhi perbedaan besaran Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor di masing-masing daerah," kata Corporate Secretary PT Pertamina Patra Niaga Irto Ginting dikutip detikFinance.

Adapun penyesuaian harga itu dilakukan dengan mengimplementasikan regulasi Keputusan Menteri (Kepmen) ESDM No. 62 K/12/MEM/2020 tentang Formula Harga Dasar Dalam Perhitungan Harga Jual Eceran Jenis Bahan Bakar Minyak Umum Jenis Bensin dan Minyak Solar yang Disalurkan Melalui Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum.



Simak Video "Mengapa Pertamina Dilema Tahan Harga Pertamax di Rp 12.500?"
[Gambas:Video 20detik]
(dry/din)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT