ADVERTISEMENT

Kecelakaan Maut di Cianjur, Sampai Kapan Kejadian Rem Blong Terulang?

Tim detikcom - detikOto
Senin, 15 Agu 2022 16:13 WIB
Kecelakaan di Jalur Tengkorak Bangbayang, Cianjur.
Foto: Kecelakaan di 'Jalur Tengkorak' Bangbayang, Cianjur. (Ikbal Selamet/detikJabar)
Jakarta -

Kecelakaan maut kembali terjadi diduga karena truk rem blong. Kecelakaan itu terjadi di 'jalur tengkorak' Bangbayang, Cianjur, Minggu (14/8/2022) siang. Enam orang dilaporkan meninggal dunia.

Dikutip detikJabar, Lili (38), saksi mata, mengatakan kecelakaan tersebut berawal ketika sebuah truk bermuatan terigu melaju dari arah Sukabumi menuju Cianjur.

"Setelah menabrak mobil di depannya. Truk itu juga menabrak sejumlah kendaraan lainnya dan beberapa pohon juga rumah di pinggir jalan. Benturannya terdengar cukup kencang," katanya, Minggu (14/8/2022).

Kapolres Cianjur AKBP Doni Hermawan mengatakan saat hilang kendali truk tersebut beralih ke jalur berlawanan usai menabrak dua kendaraan di depannya.

Di saat yang bersamaan melintas lima sepeda motor hingga ikut tertabrak. Laju truk akhirnya berhenti usai menabrak sebuah rumah di kanan jalan.

Doni mengatakan pihaknya masih menyelidiki penyebab pasti kecelakaan di jalur maut tersebut. Namun diduga kecelakaan disebabkan truk bermuatan terigu yang mengalami rem blong.

Kecelakaan maut akibat truk atau bus mengalami rem blong ini berulang-ulang terjadi. Salah siapa dan apa yang harus diperbaiki?

Menurut praktisi keselamatan berkendara Safety Driving Consultant Indonesia (SDCI), Sony Susmana, ada dua kemungkinan yang bisa membuat rem blong. Pertama dari faktor kendaraannya, kedua dari faktor pengemudinya.

"Maintenance yang tidak teratur dilakukan oleh pemilik/pengemudi, akibat budget atau kerja kendaraan yang berat. Maklum namanya truk sering dijadikan sapi perahan untuk cari dan cari duit terus kadang tanpa istirahat. Sekalipun (truk adalah) sebuah mesin, tetap butuh yang namanya istirahat," ucap Sony kepada detikcom, Senin (15/8/2022).

Kemungkinan kedua yang membuat rem blong adalah dari sisi pengemudinya. Kadang pengemudi salah dalam memahami teknik pengereman.

"Di dalam pengereman ada hal yang harus diperhatikan: bobot muatan, kondisi sepatu rem dan materialnya, kondisi permukaan jalan, kondisi cuaca, jarak aman pengereman, kondisi fisik pengemudi, cara mengerem dan lain-lain. Banyak sekali komponennya. Jadi tidak asal injak pedal rem terus pasti berhenti. Mungkin sekali dua kali aman, tapi dalam long trip pengemudi hrs lihat hal-hal di atas dan melakukan teknik pengereman yang disesuaikan," ujarnya.

Untuk itu, Sony menyarankan agar tidak terjadi kecelakaan maut akibat rem blong lagi, perlu ada perbaikan di beberapa hal. Antara lain kesadaran dari pemilik kendaraan bahwa perawatan harus dilakukan teratur dan berkala. Begitu juga soal skill sopir yang harus ditingkatkan.

"Seharusnya pemilik SIM B itu grade-nya lebih tinggi, artinya sudah harus lebih paham teknik-teknik berkendara," sebutnya.

"Harus dilihat dari hasil investigasi, kalau ternyata akibat komponen rem truk yang minim perawatan, maka pemilik harus ikut menanggung hukumannya," pungkasnya.



Simak Video "Detik-detik Kecelakaan Maut Truk Trailer di Bekasi"
[Gambas:Video 20detik]
(rgr/din)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT