ADVERTISEMENT

Citayam Fashion Week Didukung, tapi Nggak Catwalk di Zebra Cross Juga!

Tim detikcom - detikOto
Senin, 25 Jul 2022 08:18 WIB
Lenggak-lenggok ABG SCBD di zebra cross Dukuh Atas, Jakarta, jadi polemik karena membuat arus lalu lintas di lokasi tersendat. (Anggi M/detikcom)
Foto: Lenggak-lenggok ABG 'SCBD' di zebra cross Dukuh Atas, Jakarta, jadi polemik karena membuat arus lalu lintas di lokasi tersendat. (Anggi M/detikcom)
Jakarta -

Aksi Citayam Fashion Week di Dukuh Atas, Jakarta, menjadi sorotan. Dalam ajang ini, zebra cross yang sejatinya didesain untuk menyeberang jalan bagi pejalan kaki justru digunakan untuk catwalk atau adu fashion.

Aksi ini sempat mengganggu kelancaran lalu lintas. Apalagi, penonton catwalk juga banyak yang sampai turun ke badan jalan.

Bahkan, salah satu pengendara mengaku terganggu adanya fashion show di zebra cross pada Sabtu (23/7/2022) kemarin. "Tadi saya nyampe ke sini udah ramai, tadi saya misi-misi nggak dikasih jalan. Kalau gini terus, ya kasihan pengguna jalan lain," kata Maulana (26) seperti dikutip detikNews.

Menurut praktisi keselamatan berkendara dari Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI) Sony Susmana, Citayam Fashion Week memang perlu didukung untuk menyalurkan kreativitas. Namun, ia menilai aksi ini tak perlu dilakukan di jalan raya.

"Pertama, kreativitas mereka harus disalurkan dengan memindahkan ke area yang lebih aman. Kenapa? Karena mereka menggunakan area jalan itu sangat berbahaya. Zebra cross memang digunakan untuk menyeberang jalan, tapi dengan cara cepat dan bukan untuk gaya. Ingat! Di situ ada kendaraan yang mesinnya dalam kondisi hidup dan posisi gear-nya belum tentu netral. Ini bahaya yang tidak terprediksi," kata Sony kepada detikcom, Senin (25/7/2022).

Dia mengingatkan, zebra cross bukanlah panggung catwalk. Selain mengganggu kelancaran lalu lintas, kegiatan ini juga mengancam keselamatan diri sendiri dan pengguna jalan lain.

"Mereka menggunakan fasilitas zebra cross karena adanya pengemudi yang dianggap penonton dan ditambah dengan sorot lampu kendaraan membuat seolah-olah itu panggung catwalk," katanya.

Menurut Sony, menyeberang di zebra cross saja belum tentu aman, karena ada kemungkinan kelalaian dari pengguna kendaraan bermotor. Risikonya, mungkin saja pengguna kendaraan bermotor secara tidak sengaja ngegas dalam kondisi jalanan dipenuhi oleh anak-anak muda yang mengikuti Citayam Fashion Week di zebra cross.

Dia bilang, kegiatan ini perlu didukung untuk menyalurkan kegiatan positif. Namun, sebaiknya kegiatan fashion show ini tidak dilakukan di jalan raya yang masih ada kendaraan bermotor lalu lalang.

"Aktivitas mereka lagi bagus-bagusnya. Kalau aktivitas mereka disetop, tanpa ada fasilitas pengganti, mereka akan mencari aktivitas yang jelek lainnya yang mungkin berbahaya misalnya minum-minuman keras, narkoba dan sebagainya. Jalan raya itu memang adalah sebuah area yang berbahaya kalau ada mesin yang dikontrol oleh manusia. Tapi bisa dialihkan menjadi area yang tidak berbahaya dengan cara memblok. Mungkin pada saat-saat tertentu kendaraan tidak boleh lewat situ. Mungkin itu menurut saya lebih bijaksana daripada menyetop aktivitas mereka," ujarnya.

"Apabila pemerintah belum dapat memindahkan aktivitas mereka ke tempat yang lebih aman, sebaiknya jalan tersebut ditutup sementara untuk aktivitas mereka," ucap Sony.



Simak Video "Keputusan Baim Wong untuk Lepaskan Citayam Fashion Week"
[Gambas:Video 20detik]
(rgr/din)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT