ADVERTISEMENT

Kenapa Truk Bisa Mengalami Rem Blong? Begini Penjelasan APM

Luthfi Anshori - detikOto
Kamis, 21 Jul 2022 19:36 WIB
Alat berat digunakan untuk mengevakuasi truk pengangkut BBM yang mengalami kecelakaan maut di Jalan Transyogi, Cibubur, Bekasi, Jawa Barat, Senin (18/7/2022). Truk BBM bermuatan 25 ton Bio Solar tersebut mengalami kecelakaan yang mengakibatkan 10 motor dan 2 mobil rusak serta 11 orang meninggal dunia. ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha/rwa.
Penjelasan APM soal penyebab terjadinya kasus rem blong pada truk. (Foto: ANTARA FOTO/ASPRILLA DWI ADHA)
Jakarta -

Kasus rem truk blong dengan jumlah korban jiwa yang besar kembali terjadi di Indonesia. Setelah terjadi di Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur Januari 2022 lalu, kecelakaan truk karena masalah serupa juga terjadi di Cibubur, Bekasi (18/7/2022). Tentunya menjadi pertanyaan serius, apa penyebab truk mengalami rem blong? Ini penjelasan Agen Pemegang Merek (APM) kendaraan komersial Hino di Indonesia.

Kepala Hino Total Support Customer Center (HTSCC) Epen Supendi menjelaskan, penyakit rem blong bisa dialami oleh truk karena si pengemudi melakukan kebiasaan yang keliru dalam menggunakan perangkat rem. Pengemudi hanya mengandalkan rem konvensional (service brake), sehingga bikin kampas rem jadi panas dan kurang menggigit.

"Jadi terjadinya kasus rem blong diakibatkan karena pengemudi (truk) hanya menggunakan service brake, sehingga tekanan angin yang ada di sistem rem berkurang," kata Epen kepada detikOto melalui pesan singkat, Kamis (21/7/2022).

"Penggunaan service brake secara terus menerus atau berlebih dapat menyebabkan kampas rem mengalami panas berlebih yang mengakibatkan koefisien gesek kampas rem akan berkurang seiring dengan kenaikan temperatur kampas dan tromol (brake fading)," sambung Epen.

Lanjut Epen menambahkan, pengemudi truk seharusnya bisa mengombinasikan berbagai sistem pengereman untuk mengurangi laju kendaraannya. Selain service brake, bisa juga dikombinasikan dengan engine brake maupun exhaust brake alias rem angin.

"Sebaiknya pengemudi mengombinasikan fungsi servis brake dan Auxiliary Brake atau rem tambahan, seperti engine brake dan exhause brake, sehingga mampu memaksimalkan fungsi pengereman," jelas Epen.

Sebelumnya Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) mengatakan, hampir 90% dari total kecelakaan truk dan bus akibat rem blong dialami di jalanan menurun. Ini situasinya sama seperti kecelakaan truk Balikpapan dan truk Pertamina Cibubur, di mana keduanya juga mengalami kecelakaan di kondisi jalan yang menurun.



Simak Video "Bus Baru dari Hino Ini Bikin Kaki Sopir Anti Pegal!"
[Gambas:Video 20detik]
(lua/din)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT