ADVERTISEMENT

Mobil Tak Penuhi Syarat Beli Pertalite, BBM Tak Bakal Keluar dari Nozzle

Dina Rayanti - detikOto
Kamis, 07 Jul 2022 18:18 WIB
SPBU Tanah Abang jual Pertalite dengan harga Rp 6.450 per liter. Sejumlah pemotor pun antre di SPBU itu demi dapat membeli Pertalite seharga Premium itu.
Mobil di luar kriteria nggak bakal bisa isi Pertalite sekalipun nekat. (Foto: Rifkianto Nugroho/detikOto)
Jakarta -

Pertamina telah menyiapkan skema terkait penyaluran BBM subsidi jenis Pertalite dan solar. Dengan begitu, diharapkan distribusi lebih merata dan tepat sasaran. Sejak 1 Juli 2022, Pertamina telah membuka pendaftaran bagi kendaraan pengguna Pertalite dan solar subsidi. Pada tahap ini, konsumen yang kendaraannya menggunakan Pertalite dan solar subsidi harus memasukkan identitas diri serta foto kendaraan.

Pertamina juga sudah menyiapkan skema untuk diterapkan, ketika pemerintah merilis kriteria kendaraan penerima Pertalite dan solar subsidi. Sekalipun pemilik kendaraan itu nekat mengisi Pertalite padahal tidak termasuk dalam kriteria, maka selang nozzle tidak akan bekerja menyalurkan BBM.

"Misalnya jika kendaraan roda empat yang diperbolehkan sampai dengan 1.500 cc masuk ke Pertalite nozzlenya nggak akan keluar," ungkap Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati saat Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi VI DPR.

Sejauh ini, pemerintah memang belum merilis apa saja kriteria kendaraan yang bisa mengkonsumsi Pertalite. Namun dalam paparan presentasi yang dibawakan Nicke, terlihat berdasarkan Rakortas dengan Menko Perekonomian Pertalite bisa digunakan pada mobil di bawah 1.500 cc dan motor di bawah 250 cc.

Sebelumnya, Badan Pengatur Hilir (BPH) Migas sempat menyebut bahwa mobil mewah dengan kapasitas di atas 2.000 cc tak lagi bisa konsumsi Pertalite. Untuk keputusan resminya tentu masih menunggu revisi dari Perpres nomor 191 tahun 2014.

"Yang daftar yang merasa berhak berdasarkan kriteria. Di luar kriteria tersebut tidak perlu daftar. Kriteria akan keluar bulan ini jadi sudah ada harmonisasi," ungkap Nicke.

Nicke juga menegaskan pada masa pendaftaran 1-30 Juli 2022, belum ada pembatasan pembelian Pertalite maupun solar subsidi. Pada masa pendaftaran, konsumen di data dan akan mendapatkan QR code untuk melakukan transaksi di SPBU Pertamina. Perlu dicatat, pendaftaran ini hanya berlangsung satu kali untuk satu kendaraan. QR Code itu yang menjadi pegangan para pengguna Pertalite maupun solar subsidi.

"Jadi siapapun pengendaranya, penumpangnya yang ditetapkan kendaraannya," ucap Nicke.



Simak Video "Ternyata Segini Harga Asli Pertalite Tanpa Subsidi"
[Gambas:Video 20detik]
(dry/din)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT