Bikin Macet, Pemudik Pindah-pindah Jalur One Way sampai Lewat Rumput

ADVERTISEMENT

Bikin Macet, Pemudik Pindah-pindah Jalur One Way sampai Lewat Rumput

Tim detikcom - detikOto
Minggu, 08 Mei 2022 14:29 WIB
Sejumlah kendaraan melintasi jalur satu arah menuju Jakarta yang diberlakukan di tol Jakarta-Cikampek, di Cikopo, Purwakarta, Jawa Barat, Selasa (19/6). Pihak kepolisian menerapkan sistem satu arah dari Tol Cipali hingga Cawang untuk mengurai kemacetan saat arus balik berlangsung. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/kye/18
Pemudik diimbau tidak pindah-pindah jalur saat one way. Foto: Dok. Antara Foto
Jakarta -

Kepolisian telah memberlakukan sistem satu arah atau one way saat arus mudik dan arus balik Lebaran 2022. Namun, ketidaktertiban pengendara cenderung membuat kemacetan. Salah satunya adalah pindah-pindah jalur saat one way.

Korlantas Polri mengimbau pengendara untuk tidak berpindah-pindah jalur dari jalur A ke jalur B atau sebaliknya saat one way. Selain membahayakan, tindakan ini juga menghambat laju lalu lintas.

"Ada juga pengemudi yang kemudian viral di media sosial karena melintas median jalan tanpa sepengetahuan petugas saat jalur one way diberlakukan. Ironisnya, tidak ada penindakan dari aparat hukum karena konsentrasi petugas semata-mata terfokus pada kelancaran arus mudik dan arus balik. Tentunya, fenomena pelanggaran-pelanggaran lalu lintas itu sangat mengancam keselamatan dan dapat membahayakan orang lain. Kampanye keselamatan berlalu lintas, khususnya saat musim mudik, harus lebih intensif lagi," kata pengamat transportasi Djoko Setijowarno dalam keterangan tertulisnya, Minggu (8/5/2022).

Praktisi keselamatan berkendara dari Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI), Sony Susmana mengatakan, pengemudi sering berpikir tidak adil dan ada yang lebih baik ketika ada lajur yang lancar di sisinya. Padahal, kata Sony, lajur yang lancar itu haya sesaat karena nantinya pun lajurnya akan juga mengalir.

[Gambas:Instagram]



"Berpindah lajur boleh tapi ada etikanya, lihat dulu spion dan dikasih ruang oleh mereka, kemudian pilih 1 lajur untuk konsisten. Tidak disarankan berpindah-pindah seperti zig-zag seperti orang linglung/terlihat bodoh," ujar Sony.

"Berpindah-pindah lajur sangat membahayakan pengemudi lain yang hrs ngerem mendadak karena kaget dan merugikan karena ada stop n go di lajur tersebut. Sehingga membuat perlambatan arus serta menambah kemacetan," ujarnya.

Sony juga tidak membenarkan pengemudi yang pindah-pindah jalur saat one way, apalagi lewat median jalan. Menurutnya, tujuan dari median jalan yang bisa berupa rumput, got, atau beton adalah untuk memberikan ruang aman bagi penggunanya.

"Sehingga arus dan arahnya tertata tertib. Kalau dilanggar bisa memicu kecelakaan," sebutnya.



Simak Video "60% Pemudik Belum Balik, Kemenhub Sarankan Tunda Kepulangan"
[Gambas:Video 20detik]
(rgr/mhg)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT